Eks Koruptor Nyaleg, KPU Harap MA Segera Kirim Salinan Putusan

Eks Koruptor Nyaleg, KPU Harap MA Segera Kirim Salinan Putusan
Ilustrasi Pemilu Legislatif 2019. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / WBP Minggu, 16 September 2018 | 21:18 WIB

Jakarta - Ketua KPU Arief Budiman meminta Mahkamah Agung (MA) segara mengirimkan salinan putusan yang membolehkan mantan terpidana kasus korupsi menjadi bakal caleg (bacaleg). KPU bakal merevisi Peraturan KPU tentang Pencalonan jika sudah mendapatkan salinan putusan MA yang resmi.

"Kami perlu tahu surat salinan putusannya dari MA dan kami belum terima. Jangan lama-lama," ujar Arief di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Minggu (16/9).

Arief berharap MA mengirimkan salinan putusan paling lama Senin pagi. Jika sudah diterima, KPU langsung membahas, menyempurnakan serta memperbaiki Peraturan KPU pencalonan.

"Kita bisa selesaikan Peraturan KPU dalam tiga hari. Satu hari selesaikan Peraturan KPU-nya, satu hari kita rapikan, satu hari kita kirim ke kepada provinsi dan kabupaten/kota," terang dia.

Dalam situasi seperti sekarang ini, kata Arief, pihaknya bisa langsung melakukan revisi Peraturan KPU tanpa harus konsultasi dengan DPR. Meskipun normalnya tetap ada uji publik dan rapat konsultasi dengan DPR dan pemerintah.

"Kalau proses normal, kan panjang, harus ada uji publik, kemudian rapat konsultasi. Setelah itu disahkan dan dikirimkan ke Menkumham. Lalu disampaikan ke parpol peserta pemilu dan KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota. Itu proses yang panjang, kalau mau sebelum 20 September maka ada hal-hal yang dilakukan harus dengan cara yang luar biasa," jelas dia.

Arief menegaskan putusan MA tidak bisa langsung diterapkan oleh KPU. Pasalnya, KPU harus memasukkan substansi putusan MA dalam revisi Peraturan KPU. Setelah hasil revisi disahkan dan diundangkan, baru bisa berlaku dan dijadikan pedoman untuk memeriksa bacaleg.

"Nanti kita cek apakah yang membuat caleg-caleg itu tidak memenuhi syarat atau TMS karena korupsi atau sebetulnya TMS karena akumulasi beberapa syarat yang tidak terpenuhi," pungkas dia



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE