Bawaslu Diminta Ingatkan Kubu Prabowo-Sandi Tidak Gunakan Hoaks

Bawaslu Diminta Ingatkan Kubu Prabowo-Sandi Tidak Gunakan Hoaks
Ilustrasi Bawaslu ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / AMA Kamis, 11 Oktober 2018 | 20:02 WIB

Jakarta - Direktorat Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan memenuhi panggilan Bawaslu terkait laporan mereka atas dugaan pelanggaran deklarasi kampanye damai dan anti hoaks yang dilakukan oleh tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Ia mengatakan, pihaknya melaporkan Ratna Sarumpaet yang melakukan hoaks pada saat menjadi anggota BPN Prabowo-Sandi karena telah melanggar deklarasi kampanye damai dan anti hoaks yang sudah dibacakan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

"Kami meminta Bawaslu melakukan assessment terhadap tindakan Ratna Sarumpaet yang melakukan perbuatan bohong dan menyebarkan berita bohong yang menyebabkan terjadinya kegaduhan nasional di tengah-tengah masyarakat," ujar Irfan sebelum dimintai klarifikasi oleh Bawaslu, di Kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (11/10).

Menurut Irfan, mereka tidak akan mencampuri urusan hukum Ratna yang sudah ditetapkan menjadi tersangka. Namun, perbuatan Ratna yang saat itu menjadi anggota BPN Prabowo-Sandi menjadi peringatan bagi tim BPN Prabowo-Sandi agar tidak menggunakan hoaks untuk mendapatkan simpati rakyat.

"Kami meminta Bawaslu mengingatkan Paslon Prabowo-Sandi beserta Tim kampanye untuk tidak menggunakan berita hoaks sebagai bagian dari kampanye di tengah tengah masyarakat guna mendapatkan dukungan atau simpati masyarakat," imbuh dia.

Lebih jauh Irfan menjelaskan, penyebaran berita bohong adalah bentuk kejahatan yang merugikan orang banyak dan menimbulkan disintegrasi bangsa. Padahal, telah disepakati dalam kampanye damai untuk tidak menggunakan informasi hoaks sebagai bagian kampanye.

"Memang deklarasi kampanye damai tidak ada sanksi hukumnya, tetapi kan ada sanksi moral. Deklarasi saja dilanggar, apalagi regulasinya. Yang terpenting, kita ingin Bawaslu juga responsif mencegah dari awal agar pemilu kita damai, tanpa hoaks dan politik uang," tutur dia.

TKN Jokowi-Amin menghadirkan dua saksi dan memberikan sejumlah barang bukti, yakni sejumlah berita dari media online, media sosial, dan video konferensi pers dari Prabowo dan Ratna Sarumpaet dalam bentuk VCD.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE