Medsos Pengaruhi Suhu Politik Jelang Pilpres 2019

Medsos Pengaruhi Suhu Politik Jelang Pilpres 2019
Ilustrasi digitalisasi ( Foto: exhibitionscargo.com / exhibitionscargo.com )
Yeremia Sukoyo / YS Jumat, 12 Oktober 2018 | 21:55 WIB

Jakarta -  Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, suhu politik akan semakin memanas seiring dengan maraknya informasi yang beredar tentang dua pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres).

Politisi PDI-P Budiman Sudjatmiko menilai, panasnya suhu politik menjelang 2019 sedikit banyak dipengaruhi oleh cepatnya perkembangan teknologi dan bertambahnya pengguna media sosial (medsos).

"Tensinya semakin tinggi karena jumlah platform dan penggunanya semakin banyak. Ekspresi orang menjelang 2019 semakin banyak yang disampaikan dalam berbagai bentuk," kata Budiman Sudjatmiko dalam diskusi Lingkar Studi Politik Indonesia (LSPI) "Buzzer Politik di Media Sosial, Efektifkah?", di Jakarta, Jumat (12/10).

Menurutnya, penggunaan medsos saat ini dapat mempermudah penyampaian informasi apapun yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. Termasuk berbagai informasi seputar Pemilu 2019.

"Namun, perkembangan itu tidak diikuti oleh perkembangan masyarakat yang memiliki kapasitas untuk berpikir. Harus diakui bahwa pada bagian ini Indonesia masih kurang," ucapnya.

Selama ini, konten yang disebarkan melalui medsos kebanyakan juga tidak membicarakan tentang substansi persoalan bangsa. Namun lebih kepada persoalan kecil yang malah bisa berujung pada perpecahan masyarakat.

Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahean menjelaskan, kegiatan saling menghujat di media sosial melalui kekuatan buzzer sudah di luar kepatutan. Tidak heran, berita-berita hoaks atau berita bohong terus mengisi ruang-ruang di medsos.

"Medsos sebagian besar diisi oleh akun-akun yang menyembunyikan identitas dirinya, atau akun anonim. Seharusnya, media sosial harus digunakan untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat," kata Ferdinand.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE