Habib Umar: Calon Pemimpin Harus Gunakan Cara Baik untuk Raih Kekuasaan

Habib Umar: Calon Pemimpin Harus Gunakan Cara Baik untuk Raih Kekuasaan
Sejumlah tokoh agama berfoto bersama setelah acara dialog peradaban lintas agama dengan tema "Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa atas Dasar Rahmat Kemanusiaan" di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta, Sabtu, 13 Oktober 2018. ( Foto: BeritaSatu.com / Yustinus Paat )
Yustinus Paat / AO Sabtu, 13 Oktober 2018 | 23:44 WIB

Jakarta - Habib Umar Muhammad Bin Salim Bin Hafidz mengharapkan calon pemimpin Indonesia menggunakan cara-cara dan metode yang baik dan benar dalam upaya meraih kekuasaan. Menurut Habib Umar, cara yang buruk justru bisa menghancurkan dan menjatuhkan calon pemimpin tersebut.

"Calon pemimpin tidak pantas bagi dirinya menggunakan metode yang buruk, yang kotor, untuk meraih keinginan untuk berkuasa. Dia harus mencari cara-cara yang baik dan metode yang benar dalam keinginan yang dia ingin capai," ujar Habib Umar seusai acara
Dialog Peradaban Lintas Agama dengan tema "Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa atas dasar Rahmat Kemanusiaan" di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta, Sabtu (13/10).

Habib Umar mengingatkan, calon pemimpin pada khususnya dan umat pada umumnya tidak menggunakan cara-cara provokasi dan adu domba dalam upaya meraih keinginan. Pasalnya, cara-cara tersebut bisa memecah bela dan menghancur persatuan dan kesatuan bangsa dan umat.

"Kami menyatakan kepada semua kelompok, sikap anarkis dan provokasi atas kepentingan politik membahayakan keutuhan bangsa, bisa menimbulkan perpecahan, dan sulit mencapai kesejahteraan masyarakat," ujar dia.

Agama Islam dan Alquran, kata Habib Umar, mengajarkan agar umat Islam menciptakan dan menjaga perdamaian, termasuk dengan mereka yang berbeda agama, berbeda kepercayaan, dan berbeda pandangan politik. Dia yakin, hal serupa diajarkan oleh agama-agama lain yang ada di dunia.

"Yang terpenting adalah bagaimana kita mewujudkan ajaran agama agar kita menjadi pembawa damai, tidak menimbulkan provokasi dan memecah belah umat demi kekuasaan semata," pungkas dia.

Acara dialog peradaban lintas agama bersama Habib Umar itu dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, antara lain Rohaniwan Romo Franz Magnis-Suseno, Pendeta Martin Lukito Sinaga, Bikku Dammashubho Mahatera, Hery Ariyanto Azumi selaku Sekjend Majelis Dzikir Hubbul Wathon. Selain itu, hadir juga Yenny Wahid dan Nusron Wahid.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE