Guru Besar UGM: Ancaman DO itu 100% Kebohongan Publik

Guru Besar UGM: Ancaman DO itu 100% Kebohongan Publik
Sudirman Said. ( Foto: Antara/Widodo S Jusuf )
/ WBP Minggu, 14 Oktober 2018 | 09:02 WIB

Jakarta - Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddy O.S Hiariej menyatakan berita yang menyatakan bahwa mahasiswa sebagai penyelenggara seminar di Fakultas Peternakan, UGM terancam dikeluarkan drop out (DO) dan ada tekanan, adalah 100 persen merupakan kebohongan publik.

"Tidak mungkin UGM sebagai institusi berintegritas yang reputasinya telah mendunia melakukan intimidasi akademik," kata Eddy Hiariej dalam keterangan yang diterima, Minggu (14/10)

Dia juga menjelaskan bahwa dirinya telah mengonfirmasi kejadian pembatalan seminar di Fakultas Peternakan yang menghadirkan pembicara dua mantan menteri, Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan kepada Dekan Fakultas Peternakan Prof Dr Ir Ali Agus DEA. "Peternakan sangat tepat dalam menjaga kenetralan UGM sebagai institusi akademik," kata Guru Besar UGM ini.

Eddy Hiariej berpendapat bahwa kampus adalah lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi kebebasan dan etika akademik. "Kampus adalah institusi independent yang non partisan namun tidak tabu berbicara politik," katanya.

Dalam konteks kontestasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Umum Legislatif 2019, Eddy Hieriej, UGM sebagai institusi pendidikan sejak Pemilu 1999 telah menunjukkan kenetralannya. "Ketika Prof Ichlasul Amal menjadi Rektor 1998-2002, justru mengadakan Dialog Nasional untuk mengundang semua parpol menyampaikan visi-misi," ungkap Eddy Hieriej.

Demikian pula dalam Pilpres 2004, Prof. Sofian Effendi sebagai rektor mengizinkan debat calon presiden secara berimbang.

Dia mengatakan kalau memang ingin menggalang dukungan dari kalangan kampus hendaklah menggunakan cara-cara yang beradab dan beretika secara jujur dan terbuka untuk mengadakan suatu debat publik secara berimbang dengan menhadirkan pasangan calon lainnya sehingga visi-misi sari kandidat dapat dinilai secara ilmiah.

Humas UGM Iva Aryani sebelumnya menjelaskan alasan pencabutan izin peminjaman auditorium sebagai lokasi seminar. Dia memastikan pembatalan murni karena masalah administrasi. "Karena ternyata bukan acara BEM, tak ada kaitannya dengan civitas, tidak di bawah koordinasi fakultas, ya itu izin penggunaan ruangan dicabut. Sementara di Fakultas Peternakan ada aturan penggunaan sarana dan prasarana. Jadi lebih kepada persoalan administrasi, yang akan menggunakan bukan mahasiswa, bukan BEM, bukan civitas," sebut Iva.

UGM juga membantah mengeluarkan ancaman DO kepada panitia seminar kebangsaan dengan pembicara Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan. "Ancaman DO sama sekali tidak ada," kata Iva.



Sumber: ANTARA
CLOSE