Pemilu Legislatif 2019

Yusril: PBB Akan "Digergaji" Gerindra

Yusril: PBB Akan
Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra (ketiga kiri), dan para pengurus partai menunjukkan angka 19 sebagai no urut mereka pada Pemilu 2019 mendatang. ( Foto: Beritasatu Photo / Yustinus Paat )
Markus Junianto Sihaloho / AB Kamis, 8 November 2018 | 11:39 WIB

Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra menyatakan salah satu alasannya tak bergabung dengan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) adalah format koalisi yang tidak jelas. Tanpa format koalisi yang jelas, Yusril khawatir PBB akan "digergaji" Gerindra.

Hal tersebut disampaikan Yusril melalui keterangan tertulis, Kamis (8/11), untuk menanggapi kritik berbagai pihak atas keputusannya menjadi kuasa hukum pasangan Joko Widodo-Ma'rif Amin. (Jokowi-Ma'ruf).

"Sejak awal, Prabowo-Sandi yang tak mau diajak bicara soal format koalisi," tegasnya. 

Yusril menyatakan dirinya pernah menyarankan Prabowo-Sandi mengundang para ketua umum parpol untuk mendiskusikan format koalisi. Lalu, format itu disepakati bersama. Format koalisi harus jelas sejak awal, karena Pemilu 2019 dilaksanakan secara serentak, yakni pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres) serta pemilu legislatif (pileg). Dengan sistem itu, peta daerah pemilihan (dapil) harus jelas.

"Dalam koalisi di sini (Prabowo-Sandi, Red), di satu pihak anggota koalisi disuruh all out mengampanyekan Prabowo-Sandi. Namun dalam pileg, di suatu dapil sesama anggota koalisi saling bertempur untuk memperoleh kemenangan bagi partainya. Nanti yang terjadi adalah Prabowo-Sandi menang pilpres, tetapi dalam pileg yang sangat diuntungkan Gerindra. Parpol anggota koalisi yang lain bisa babak belur. Ini saya katakan dalam pileg di dapil, PBB bisa 'digergaji' sama Gerindra," ujarnya. 

Yusril menegaskan dirinya sudah meminta pembahasan format koalisi agar agar parpol anggota koalisi bisa sama-sama nyaman. Namun, Prabowo yang memimpin koalisi Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat, tidak pernah mau membahasnya. 

"Saran ini sudah saya sampaikan ke Pak Prabowo melalui Pak Sandi, tetapi sampai hari ini tidak pernah ditanggapi," katanya.

 



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE