Tuduhan Rekayasa Rizieq, Setara: Tidak Berdasar

Tuduhan Rekayasa Rizieq, Setara: Tidak Berdasar
Hendardi. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / YUD Jumat, 9 November 2018 | 22:12 WIB

Jakarta - Ketua Setara Institute Hendardi menilai tuduhan Rizieq Syihab atas rekayasa kasus pengibaran bendera di Arab Saudi oleh pemerintah Indonesia, tidaklah berdasar. Menurut Hendardi, hal tersebut hanya menunjukkan upaya diri Rizieq menjadi tokoh yang ingin diperhitungkan dalam konstalasi politik Indonesia.

"Tuduhan tersebut tidak berdasar. Cara ini juga merupakan upaya melanggengkan pengaruh pada para pengikutnya, sehingga tetap berada dalam satu barisan dan imamah terhadap RS, yang ujungnya adalah untuk kepentingan politik praktis dalam Pilpres 2019," kata Hendardi di Jakarta, Jumat (9/11).

Hendardi mengatakan, bahwa semua otoritas negara Arab Saudi sebagai negara yang berdaulat tentu tidak mungkin ada campur tangan dari negara lain. Jadi masalah adanya bendera hitam di kediaman Rizieq di Arab Saudi tidak perlu ditanggapi berlebihan oleh pemerintah dan unsur aparat keamanan.

"Dugaan, kecurigaan serta tudingan pengikut Rizieq sebagai perbuatan dari unsur aparat Negara RI seperti BIN di samping tidak logis juga hanya fantasi, ilusi dan dugaan kuat merupakan bentuk politisasi sebagai seolah-olah korban," tandas dia.

Hendardi mengakui bahwa setiap warga negara Indonesia di luar negeri harus dilindungi Pemerintah RI tidak terkecuali Rizieq. Namun, kata dia, mesti terus diingat bahwa status Rizieq adalah pelarian atau buron dari beberapa kasus yang melilitnya di Indonesia termasuk chatting porno yang diduga melibatkan dirinya.

Rizieq kemudian memilih menghindar menghadapi hukum di Tanah Air, namun tetap mencoba bermain politik di negara orang yang konsekuensinya juga kerap mesti berhadapan dengan hukum di negara tersebut.

"Upaya dan bantuan yang telah dilakukan oleh Perwakilan Pemerintah RI di Arab Saudi sudah jauh lebih dari cukup kepada Rizieq sebagai WNI yang ada di luar negeri yang justru menghindar dari proses hukum di Indonesia," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE