Jokowi: Jangan Beri Ruang pada Ideologi Lain

Jokowi: Jangan Beri Ruang pada Ideologi Lain
Joko Widodo. ( Foto: AFP )
Carlos KY Paath / AB Jumat, 7 Desember 2018 | 12:57 WIB

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap agar Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) senantiasa menjaga keutuhan NKRI. Presiden juga meminta FKPPI membela Pancasila sebagai ideologi negara. Ideologi selain Pancasila sedikit pun tak boleh masuk ke Indonesia, karena hanya akan merusak NKRI.

“Jangan beri ruang pada ideologi lain yang merongrong keutuhan bangsa. Jangan sampai ideologi impor dari luar yang menggeser Pancasila yang pada akhirnya mengoyak NKRI, mengoyak Merah Putih,” kata Jokowi saat membuka Jambore Kebangsaan Bela Negara Keluarga Besar FKPPI di Jakarta, Jumat (7/12).

Ketika mengawali sambutannya, Jokowi menanyakan komitmen kader FKPPI untuk setia kepada NKRI. “Saya ingin bertanya dahulu pada 1.000 kader keluarga besar kader FKPPI, apakah saudara-saudara terus akan setia pada NKRI? Apakah saudara-saudara siap terus membela NKRI? Apakah saudara-saudara terus setia pada Pancasila? Siap membela Pancasila?" tanya Jokowi.

Dengan penuh semangat dan suara lantang, seluruh peserta jambore menyatakan kesiapannya. Menurut Presiden, jawaban yang disampaikan kader FKPPI jangan sampai hanya di mulut semata, melainkan juga di pikiran dan hati masing-masing. Sebab, setiap
kader FKPPI mewarisi semangat juang, bela negara, dan cinta Tanah Air yang sudah dipegang teguh para pahlawan.

Presiden Jokowi mengajak semua pihak mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Kuasa untuk Indonesia. Selama 73 tahun kemerdekaan Indonesia, lanjut Presiden, persatuan tak pernah luntur. Justru bergerak maju, karena adanya Pancasila.

“Di negara Pancasila, kepentingan negara harus diletakkan di atas kepentingan pribadi. Tugas saudara membela negara tidak mudah. Tidak cukup kumpulkan massa, tetapi kerja nyata,” tegasnya.

Presiden juga menuturkan, upaya bela negara dapat dilakukan dalam berbagai bidang maupun profesi. Seorang dokter mempunyai
dedikasi memberikan pelayanan, khususnya di daerah terpencil. “Bela negara juga bisa dilakukan jadi insiyur yang turut terlibat dalam pembangunan infrastruktur yang Indonesia-sentris,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi kembali berbicara mengenai tudingan bahwa dirinya merupakan kader Partai Komunis Indonesia (PKI). Dijelaskan, PKI dibubarkan pada 1965, sedangkan dirinya lahir pada 1961. “Ada PKI balita? Cara politik seperti itu harus dihentikan. Ini cara yg tak beretika dan tak beradab,” tegasnya. 

 



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE