FKPPI Diminta Lawan Isu PKI yang Menyerang Presiden Jokowi

FKPPI Diminta Lawan Isu PKI yang Menyerang Presiden Jokowi
Ketua DPR Bambang Soesatyo. ( Foto: Beritasatu / Primus Dorimulu )
Yeremia Sukoyo / YUD Jumat, 7 Desember 2018 | 19:25 WIB

Jakarta - Seluruh kader Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI) diminta untuk mendukung pemerintahan dan melawan berbagai isu miring yang diarahkan kepada Presiden Joko Widodo terkait PKI.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat memberikan sambutan pembukaan Jambore Bela Negara FKPPI di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, Jumat (7/12).

"Kita harus terus mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo. Majunya kembali Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 merupakan bagian dari perjuangan FKPPI menjamin terus tegaknya NKRI," kata Bamsoet.

Dirinya mengingatkan, saat ini Indonesia memang tidak menghadapi ancaman fisik bersenjata dari negara lain. Ancaman yang ada sekarang dikatakannya adalah perang pemikiran serta ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Seperti ancaman liberalisme, kapitalisme, radikalisme maupun terorisme.

"Ancaman yang kita hadapi adalah perang modern yang dikenal sebagai proxi-war, dengan menggunakan kekuatan-kekuatan dari dalam negeri sendiri. Yang kita hadapi kebebasan tanpa batas, ancaman radikalisme dan terorisme, tindakan intoleransi serta merebaknya politik identitas dalam jagad kehidupan politik kita," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Bamsoet juga mengungkapkan bahwa seluruh keluarga besar FKPPI merasa bangga karena untuk kesekian kalinya, Presiden Joko Widodo selalu hadir dalam acara FKPPI.

"Kalau beliau cinta kepada FKPPI, rasanya kurang elok kalau FKPPI tidak cinta kepada beliau. Jadi, kalau ada pihak-pihak yang mengkait-kaitkan Bapak Jokowi dengan isu PKI, kita wajib membelanya, sanggup?" tanya Bamsoet kepada para peserta Jambore.

Selain dibuka oleh Presiden Joko Widodo, Jambore Bela Negara FKPPI ini turut dihadiri sejumlah pejabat negara. Diantaranya Menhan Ryamizard Ryacudu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Polhukam Wiranto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mensos Agus Gumiwang, dan lain-lain.

Sebagai Ketua Penyelenggara, Bamsoet yang juga Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memaparkan, Jambore Bela Negara FKPPI diikuti sekitar 1.350 kader dari seluruh Indonesia.

Mereka akan mendapatkan wawasan tentang ideologi Pancasila beserta ATHG-nya (Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan), wawasan kebangsaan, masalah pertahanan dan keamanan serta latihan dasar fisik dan keprajuritan.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE