Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo
"Banyak yang bertanya kenapa harus psikotes. Alasannya karena PDI Perjuangan bukan sekedar membutuhkan caleg S3, bukan hanya soal kepandaian."

PDI Perjuangan (PDIP) mencoba mempersiapkan calon legislator (caleg) dengan baik. Untuk itu, caleg diwajibkan mengikuti dan lulus psikotes serta ikut pendidikan dan pelatihan (diklat) kader.

Hal itu disampaikan Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo saat membuka acara Diklat Bidang Kaderisasi PDI Perjuangan,  Jumat (15/6) di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Menurut Tjahjo, awal Juli ini para Caleg mulai mengikut psikotes. "Banyak yang bertanya kenapa harus psikotes. Alasannya karena PDI Perjuangan bukan sekedar membutuhkan caleg S3, bukan hanya soal kepandaian," tegasnya.

Tjahjo menegaskan bagi DPP, hasil psikotes ini seperti cermin diri bagi caleg untuk mengetahui apakah bisa bekerja sama, apakah ada potensi menghianati partai atau tidak, caleg yang berpotensi  merusak atau bisa team work bila duduk sebagai anggota dewan atau menjabat di pimpinan komisi DPR/DPRD.

Materi psikotes dan pelaksanaannya oleh Himpunan Ahli Psikologi. Dia menyebut dengan adanya 543 kabupaten/kota maka untuk tiap  DPRD saja membutuhkan ratusan caleg yang harus dikelola. Hal ini menjadi ujian dalam rangka pemantapan konsolidasi internal partai berlambang banteng itu.

Setelah psikotes, PDIP akan menggunakannya sebagai dasar penyusunan daftar caleg sementara untuk Pemilu 2014, yang rencananya diselesaikan pada Maret 2013.

Ketua DPP Bidang Kaderisasi, Idham Samawi, mengatakan sesuai amanah Kongres III di Bali lalu maka PDIP adalah partai ideologis sehingga pendidikan kader sangat penting dilakukan.

"Pemenangan pemilu dan pemilu pilpres pada masa mendatang dimulai dengan pendidikan kader yang serius," kata Idham.

Penulis: