Wakil Ketua DPR RI Anis Matta.
Sekjen Partai Keadilan Sosial (PKS), Anis Matta masuk bursa calon presiden dari hasil jajak  pendapat oleh salah satu media nasional.

Namun Anis justru  mempertanyakan metodologi yang digunakan dalam jajak pendapat tersebut.
 
"Menurut saya, polling ini sebagaimana kita ketahui secara metodologi  pasti punya masalah karena ini enggak jelas arah metodenya. Suara-suara  seperti itu, kalau gembira sih kami gembira," kata Anis Matta di gedung  Parlemen, Senayan, Rabu (18/7).
 
Namun, menurut Anis, jajak pendapat tersebut ibarat insentif bagi orang-orang yang belum dimasukkan dalam survei-survei sebelumnya. Anis sendiri mengaku cenderung tidak percaya hasil jajak pendapat tersebut.
 
"(Jajak pendapat) lebih mendorong membuka mata masyarakat untuk melihat calon-calon lain," kata dia lagi.
 
Sementara itu, untuk rencana mencalonkan diri sebagai calon presiden, Wakil  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini mengatakan menyerahkan masalah  tersebut pada partainya.

Dia menambahkan, di partai sendiri masih ada  tokoh yang berposisi lebih tinggi dari posisinya.

"Saya kira perlu mempertimbangkan sisi primordialisme dalam masyarakat,  itu yang selama ini belum bisa hilang di masyarakat. Jadi untuk saya ini  lebih pada tahu dirilah," tutupnya.

Sejumlah tokoh di PKS sempat digadang-gadang menjadi presiden atau wakil presiden seperti mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid yang dilambungkan menjadi wakil dari Susilo Bambang Yudhoyono.


Penulis: /SES