Sejumlah aktivis  dari migrant care berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta. FOTO: Safir Makki/ JAKARTA GLOBE
Komisi III DPR mengecam keras pemerkosaan yang dilakukan oleh tiga aparat  Polisi Malaysia terhadap seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Batang di kantor kepolisian Bukit Matajang, Penang, Jumat (9/11) lalu.
 
Menurut anggota Komisi III DPR, Martin Hutabarat, perbuatan itu pantas  dihukum seberat-beratnya karena dilakukan oleh polisi yang seharusnya  menjadi pelindung.

Apalagi, pemerkosaan itu dilakukan di kantor polisi terhadap seorang  wanita warga asing yakni TKI.
 
"Perbuatan itu menjadi salah satu cermin bagaimana buruknya moral dan  disiplin aparat Kepolisian di Malaysia. Kami meminta agar Malaysia  mengusut kasus perkosaan itu secara adil dan transparan, menindak para  pelaku dan tidak menutup-nutupinya," ujar Martin di Jakarta, Senin  (12/11).
 
Dia melanjutkan pihaknya di Komisi III DPR akan terus memantau kasus itu  dan meminta Kapolri agar menggunakan saluran kerja sama dengan Kepala  Kepolisian Diraja Malaysia demi menindak tegas ketiga petugas Polisi  Malaysia itu.

Hal itu penting agar kasus ini jangan sampai menimbulkan  protes berkepanjangan dari masyarakat di Indonesia.
 
"Kami juga mengapresiasi ketulusan Partai Politik MCA di Malaysia yang  membantu TKI asal Indonesia tersebut melaporkannya kepada yang berwajib di  sana," paparnya.


Penulis: