Kartu nama Raden Nuh, salah satu admin akun twitter @TrioMacan2000 yang diberikan kepada petinggi media untuk menawarkan jasa menyuplai data. Dalam proposal akun yang dikelola banyak aktivis ini diajukan RP1 Miliar setahun

Raden Nuh mengaku sebagai salah satu admin akun twitter @TrioMacan2000. Sempat menawarkan jasa investigasi ke sebuah media massa.

Di antara akun pseudonim di twitter, akun @TrioMacan2000 adalah salah satu yang populer. Akun ini membuat orang geleng kepala karena heran, namun juga membuat sebagian orang lainnya tepok jidat dan bersungut. Bahkan sebagian orang yang dicolek oleh kicauan TrioMacan2000 otaknya langsung mendidih.

Diakui atau tidak, akun ini dengan makmum atau follower, yang saat tulisan ini ditayangkan berjumlah 175.076, sedikit banyak menjadi materi pembicaraan netizens. Sebagian follower kagum dengan data dan cerita yang sering kali berbentuk kuliah twitter (kultwit), sementara sebagian lainnya membully, mencaci dan meledek.

Dalam beberapa bulan terakhir kicauan Triomacan2000 makin tak beraturan dan tidak konsisten. Sebut saja, pada Selasa (13/11/2012) sore menjelang malam, akun ini tiba-tiba menggunakan bahasa alay semacam: masalah bwt loe, pgn tenar aza x dan seterusnya. Padahal dulu Triomacan2000 pernah bilang tak akan pernah mau pakai kata loe gue.

Bukan hanya itu, kicauannya yang menyerempet politik dan korupsi juga berubah. Pada awal kemunculannya akun ini menulis dalam bio akun sebagai: Akun provokator untuk kejujuran, perangi korupsi dan kemunafikan. Untuk pencerahan anak bangsa yang merdeka. #NoPartisan dan #NoBayaran. Namun dalam serangkaian kicauannya soal Pemilukada DKI Jakarta, inkonsistensi itu tampak jelas.

Jika pada putaran pertama akun ini mendukung Jokowi-Ahok dan mencaci maki Foke, namun pada putaran kedua balik kanan dengan menjadi pendukung Foke. Bila di putaran pertama Pemilukada DKI Jakarta ia ciptakan tanda pagar #SaynotoFoke, lain halnya pada putaran kedua Pemilukada DKI Jakarta berbalik seratus delapan puluh derajat mendukung Foke dan menyerang Jokowi-Ahok. Tidak heran bio #NoPartisan dan #NoBayaran pun sudah hilang sejak jadi buzzer aktif yang mendukung Foke.

"Bagaimana di putaran pertama Pilkada DKI Triomacan2000 hantam Foke habis-habisan. Ini tidak lebih untuk mencari perhatian tim sukses Foke. Strategi ini berhasil, di tengah kegalauan Foke yang suaranya tidak sesuai dengan ekspektasi dan ramalan lembaga survei," tulis Effendi Syahputra di tapak waktu alias timeline twitter, 04 September 2012.

Jejak kicauan TrioMacan2000 yang menyebarkan kebencian pada Foke memang sudah dihapus. Tapi tiba-tiba saja ada website www.TrioMacan2000.net yang mendokumentasikannya.

Inkonsistensi akun TrioMacan2000 juga dapat dilihat dalam kasus Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Pada awalnya Triomacan2000 selalu menjelek-jelekkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningurum. Sampai akhirnya TrioMacan2000 berbalik memuji-muji dan menjadi pembela setia Anas Urbaningrum.

Jejak Terlacak Dari Jual Data ke Media

Suatu siang ada pertemuan penting di gedung yang terletak di segitiga emas Jakarta. Tanpa diketahui banyak orang, pertemuan ini bisa menjadi petunjuk menguak siapa jatidiri sebenarnya TrioMacan2000. Di gedung pencakar langit, di sebuah ruangan yang dingin, ada empat orang yang tengah bercakap-cakap. Dua orang berasal dari petinggi media, sementara dua lainnya, yang satu mengaku bernama Raden Nuh.

Raden Nuh yang paling banyak bicara dalam pertemuan itu. Di awal pertemuan, Raden Nuh mengakui secara jelas kalau ia pemegang akun TrioMacan2000. "Sejak kenalan mereka menyebut sebagai pemilik akun TrioMacan2000," kata salah satu petinggi media yang enggan disebutkan jati dirinya kepada Beritasatu.com beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan yang berlangsung hampir 45 menit itu, Raden Nuh dan temannya menawarkan jasa program investigasi ke media tersebut. TrioMacan2000, seperti dikatakan Raden Nuh dalam pertemuan itu, menjanjikan akan menyuplai data kasus-kasus korupsi. "Sebagai imbalannya ia minta bayaran setahun satu miliar rupiah," ujar sumber.

Dalam pertemuan yang terjadi sekitar September 2012 itu Raden Nuh bahkan sempat memberikan kartu nama dengan nama Raden Nuh. Jabatan yang disandangnya sebagai Direktur Operasional dari PT. Lumbung Makmur. Alamat perusahaan ini di Jalan Warung Buncit Raya No. 98. Gedung The Promenade Lot 11-12, Kode Pos 12740 Jakarta Selatan. Telepon: 021-7980152. Fax: 021-7983714. Raden Nuh alias Triomacan juga menyertakan nomor telepon seluler yaitu di nomor: 081514408683, 082122167636.

"Dia mengaku mendapatkan suplai data dari Polisi, TNI dan Badan Intelijen Negara. Mereka sih berusaha meyakinkan kalau data yang dimilikinya sangat valid termasuk sumber dari dalam KPK," kata nara sumber yang enggan disebutkan namanya. Dalam pertemuan itu TrioMacan2000 berkali-kali menyebutkan kalau KPK busuk di dalam. Mereka juga berusaha meyakinkan kalau data yang dimiliki lebih valid.

Lalu dengan alasan anggaran yang diajukan terlalu mahal selain itu juga data-data yang disampaikan harus diverifikasi ulang, tawaran TrioMacan2000 itupun dianggap angin lalu. "Dengan anggaran per bulan yang hampir seratus juta kita bisa bikin program sendiri yang lebih baik. Apalagi itu datanya tidak jelas. Belum lagi kredibilitas TrioMacan2000 yang meragukan," jelas petinggi media tersebut.

Jejak akun TrioMacan2000 pun terkuak sudah. Akhirnya akun pseudonim itu berubah menjadi akun riil. Kicauan memang bisa online, tapi uang adalah barang offline yang hanya bisa mengalir secara online karena ada rasa saling percaya.

 

Penulis: Ulin Yusron