Ribuan perangkat desa dan simpatisan mereka memblokade jalan tol dalam kota di depan Gedung DPR, Senayan, Jumat (14/12). (FOTO: Ruht Semiono/SUARA PEMBARUAN)
Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan bersedia  menerima perwakilan pendemo Rancangan Undang-Undang (RUU) Desa.

Tuntutan  para pendemo khususnya bagian pengangkatan perangkat desa menjadi  pegawai negeri sipil (PNS) menurut dia sangat mungkin direalisasikan.
 
"Saya mau menerima mereka (pendemo RUU Desa), mereka menuntut minta jadi  PNS, bagi saya sepanjang keuangan negara, memungkinkan tidak masalah,"  kata Marzuki di gedung Parlemen, Senayan, Jumat (14/12).
 
Hari ini ribuan perangkat desa dan simpatisannya berdemonstrasi  di kawasan gedung wakil rakyat di Senayan. Demonstrasi tersebut membuat sejumlah ruas tol ditutup dan kemacetan total di beberapa titik di ruas-ruas jalan Jakarta.

Mereka tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia dan Aliansi Desa Indonesia.

Politikus Partai Demokrat itu mengatakan dengan perkiraan jumlah peringkat desa, pengangkatan akan menaikkan anggaran hingga beberapa triliun.
 
"Memungkinkan kok (menjadi PNS) gaji mereka paling golongan dua," lanjutnya.
 
Sebelumnya perihal pengangkatan perangkat desa menjadi PNS ini terganjal  masalah penggajian yang dikhawatirkan membebani Anggaran Pendapatan dan  Belanja Negara (APBN). Oleh karena itu, Menteri Keuangan hingga saat ini  belum menyetujui hal tersebut.
 
Namun Marzuki mengatakan seharusnya anggaran tersebut tak besar namun  keputusan dari Parlemen kata dia menunggu keputusan fraksi-fraksi.
 
"Kecil kok (anggaran untuk pengangkatan), saya sudah hitung. Mereka kan ujung tombak pelayanan pemerintah, ini pendapat pribadi ya, apapun keputusannya kami serahkan kepada fraksi-fraksi," tutup dia.


Penulis: