Ilustrasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
"Kita belajar sekali dari Golkar, ini jadi pelajaran penting bagi PKS."

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mau meniru Partai Golkar yang terkesan terburu-buru mengumumkan pencapresan Aburizal Bakrie. Tindakan  buru-buru demikian akan cenderung berujung pada tarik ulur politik yang  kencang.

Ketua DPP PKS, Mustafa Kamal, mengatakan tak mau meniru Golkar yang sudah keluar nama Capres, namun masih tarik ulur di internalnya.

"Kita belajar sekali dari Golkar, ini jadi pelajaran penting bagi PKS," kata Mustafa, di Jakarta, hari ini.

Hal demikian hanya akan memperlihatkan ketidaksolidan sebuah partai, hal  yang saat ini muncul bila melihat fenomena ribut-ribut internal Golkar terkait pencapresan Ical.
 
PKS mengakui memang sudah mengelus sejumlah nama Capres dari sekarang. Namun PKS baru akan memutuskan nama Capres yang  final sesudah hasil pemilihan legislatif 2014 nanti.

"Itu keputusan Majelis Syoro. Kalau kita dapat 20 persen nanti, kita akan mencalonkan Capres sendiri," kata Mustafa.

Penulis: