Wakil Presiden, Boediono
"Istana Wakil Presiden termasuk bangunan cagar budaya, jadi kita harus mencari  material yang sama seperti untuk langit-langit dan atap."

Renovasi Istana Wakil Presiden di  Jalan Medan Merdeka Selatan yang menghabiskan dana Rp6 miliar rampung pekan depan.

Sekertaris Sekertariat Wakil Presiden, Mohammad Oemar, mengatakan saat ini renovasi tengah mencapai tahap finalisasi.

"Renovasi akan selesai tanggal 27 Desember, sesuai dengan jadwal," kata Oemar, hari ini.

Menurutnya,  dana Rp6 M itu kebanyakan  digunakan untuk mencari bahan material yang sama sebelum renovasi.

Renovasi yang dimulai bulan Juli lalu ini disebut memerlukan kehati-hatian dan ketelitian.

"Istana  Wakil Presiden termasuk bangunan cagar budaya, jadi kita harus mencari  material yang sama seperti untuk langit-langit dan atap. Itu sudah peraturan dari Dirjen Sejarah dan Purbakala," tuturnya.

Renovasi  mencakup perbaikan atap kantor Wapres, kelistrikan, elektronik,  perbaikan beberapa pilar, dan langit-langit.

Oemar menceritakan  perbaikan atap penting karena ada bagian dari atap Istana Wapres yang  bocor.

"Pernah Pak Boed ketika sedang makan ada tetesan air hujan bocor," tuturnya.

Meski  renovasi akan selesai, untuk tugas sehari-hari Boediono akan tetap  berkantor di bekas Gedung Dewan Pertimbangan Agung di Jalan Veteran III,  Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

"Untuk tugas-tugas  official Wapres akan tetap berkantor di Veteran, Istana di Merdeka  Selatan digunakan untuk acara-acara besar," ujarnya.

Saat renovasi berlangsung, Boediono masih rutin menyambangi Istana Wapres  utamanya pada Jumat untuk solat Jumat berjamaah di Masjid Istana Wapres.

Penulis: