Menter Koperasi  dan UKM Syarief Hasan.FOTO : Joanito De Saojoao/SUARA PEMBARUAN
"Karena gagasan dan ide memang berasal dari Beliau. Semuanya, bahkan himne, mars, lambang Demokrat itu ciptaan Bapak semua."

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Syarief Hasan mengakui kendali Demokrat masih dikontrol oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Demokrat didirikan awalnya memang untuk SBY. Partai Demokrat tidak akan ada kalau tak ada SBY. Jadi sekali lagi, Partai Demokrat tidak akan ada kalau tidak ada SBY," kata Syarief dalam kunjunggan ke Berita Satu Media Holdings, hari ini.

Pentingnya peran SBY masih menjadi magnet sehingga antusiasme kader Demokrat dalam setiap pertemuan pun sangat dipengaruhi dengan kehadiran SBY, termasuk pertemuan silaturahmi nasional (silatnas) yang diadakan pada pekan lalu.

"Kendali tetap di tangan SBY. Karena gagasan dan ide memang berasal dari Beliau. Semuanya, bahkan himne, mars, lambang Demokrat itu ciptaan Bapak semua," kata Syarief, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM.

SBY disebutnya sangat menghormati mekanisme dan sistem yang sudah diatur dalam partai. Karena itu Syarief membantah rumor santer yang beredar bahwa Ketua Umum Demokrat, Anas Urbaningrum, akan dilengserkan pada Januari 2013 nanti.

"Bapak Presiden itu adalah seorang yang sangat demokratis. Jadi istilah diturunkan tanpa ada alasan yang jelas tentunya tak akan terjadi," kata Syarief.

Bagi SBY mekanisme untuk menggusur Anas dari kursi ketua umum disebut tidak bisa dilakukan karena segala sesuatu harus mengikuti aturan mekanisme yang ada.

"Beliau akan sangat patuh akan itu karena SBY memiliki prinsip menghargai proses yang ada," ujarnya.

Selain itu, Syarief membantah Demokrat sudah mempersiapkan skenario terburuk jika Anas nantinya akan menyusul bekas Menpora, Andi Alfian Mallarangeng, yang terjerat kasus korupsi.

"Kita tidak ada usaha untuk intervensi, betul-betul hands off. Tapi kita pasrah, tunggu saja nanti," kata Syarief.

Penulis: