Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.
Jika petinggi parpol korupsi, Islam ikut tercemar.

Jakarta-  Ketua Umum Pengurus Besar Nadhalatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengomentari penetapan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lutfhi Hasan sebagai tersangka kasus suap impor daging sapi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Said mengatakan jika dia mendukung tindakan KPK dalam memberantas korupsi melawan siapapun juga.

"Partainya (ya) partainya, orangnya, manusianya ya beda dong. Partainya barangkali punya anggaran dasar dengan prinsip yang sangat mulia," kata Said di Mabes Polri Jumat (1/2).

Said datang ke Mabes Polri untuk bersilaturahmi dengan Kabareskrim Komjen Sutarman yang merupakan bekas ajudan mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Seperti diketahui Gus Dur juga pernah menjadi Ketua Umum PBNU.

"Saya ini tidak setuju kalau Islam dijadikan komoditas politik karena begini ini nantinya. (Pengurus) Partai Islam melanggar hukum, misalnya korupsi, lalu Islam jadi kebawa-bawa. Ini masalah politik bukan masalah agama. Saya dari awal, dari prinsip NU, Islam gak bisa dijadikan partai politik. Gak usah mempolitisir agama," bebernya.

Said melanjutkan jika seharusnya partai berdasar nasionalisme dengan programnya untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Bukannya program mendirikan syariat Islam," lanjut Said, yang pernah menyatakan tidak setuju jika penyanyi Lady Gaga dianggap haram dan karenanya tidak perlu dilarang tampil di Indonesia.


Penulis: