Spanduk dukungan untuk Partai Demokrat. Sumber: Pembaruan/YC Kurniantoro.
"Yang saya harapkan bisa dipetik hikmahnya untuk makin kerja keras buat partai".

Jakarta
- Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum mengatakan elektabilitas Partai Demokrat yang menurut survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terus turun yakni hanya berada di angka 8,3 persen, tak hanya disebabkan oleh satu faktor.

"Kalau soal elektabilitas itu harus dijelaskan secara komprehensif. Mengapa ada penurunan, pasti penyebabnya tidak hanya satu faktor. Saya tidak ingin sebut faktor-faktor yang lain. Siapapun yang berpikir jernih pasti akan mengatakan kalau elektabilitas turun. Pasti faktornya penyebabnya tidak tunggal. Kalau faktor tidak tunggal tentu solusinya tidak tunggal," ujarnya dalam konferensi pers yang diadakan oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (5/2).

Pasca-dilansirnya survei tersebut, desakan agar Anas Urbaningrum mundur dari posisinya sebagai Ketua Umum datang  termasuk dari kalangan internal. Bahkan Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono menyebutnya sudah dalam posisi lampu merah. Politisi yang akrab disapa Ibas itu meminta agar hasil survei segera ditanggapi serius seluruh kader.

Sementara Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Evert Ernest Mangindaan juga sebelumnya menilai, posisi Anas Urbaningrum sebagai ketua umum dapat digeser Majelis Tinggi bila partai dinyatakan genting. Mekanisme itu tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat.

Petinggi Partai Demokrat lainnya yakni Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Jero Wacik dan Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Syarif Hasan juga mengimbau agar Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan membenahi Partai Demokrat.

Syarief Hasan juga  mengatakan angka survei yang hanyai duduk di delapan persen yang menyebut Partai Demokrat terus menurun merupakan tanda-tanda bahaya bagi Partai Demokrat. Ia mengibaratkan kondisi Partai Demokrat saat ini adalah SOS atau darurat. Partai Demokrat turun dari posisi pertama ke posisi ketiga dengan elektabilitas sebesar 8,3 persen. Menanggapi berbagai komentar tersebut,  Anas Urbaningrum menyatakan hal tersebut merupakan hal yang biasa dalam  dinamika berpolitik.

"Yang saya harapkan bisa dipetik hikmahnya untuk makin kerja keras buat partai. Biarkan berkembang dan dinilai oleh siapapun, fokus saya bagaimana organisasi berjalan terus. Konsolidasi berjalan terus. Persiapan pencalegan itu berjalan terus, termasuk juga kami ingin dapat masukan dan pikiran dari tokoh yang kredibel seperti Pak Mahfud, Pak Anies, Pak Dahlan, dan banyaklah," paparnya.

Presiden SBY yang merupakan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat juga  pernah menyampaikan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan bisa segera menuntaskan kasus-kasus yang melibatkan oknum Partai Demokrat, termasuk yang membelit Anas Urbaningrum, agar Demokrat tidak semakin lama tersandera. Atas anggapan tersebut, Anas tak mau berkomentar banyak.

"Tanggapan soal itu ya bagus. Bagus pernyataannya, harapannya kepada KPK juga bagus. Saya garis bawahi itu bagus," imbuhnya.

Penulis: /FMB