Anas Urbaningrum dan sprindik yang beredar

Jakarta - Ketua KPK Abraham Samad membantah pihaknya telah mengeluarkan surat perintah dimulainya penyidikan (sprindik) atas nama Anas Urbaningrum. Hal itu disampaikan Abraham ketika dikonfirmasi Beritasatu.com, di Jakarta, Sabtu (9/2), terkait beredarnya sprindik.

Hari ini beredar gambar sprindik yang menerangkan status ketua umum Partai Demokrat sebagai tersangka. Sprindik tersebut diketahui ditandatangani tiga pimpinan KPK, yakni Abraham Samad, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnaen.

Dalam gambar sprindik yang beredar itu, Anas ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU 30/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Anas dijadikan tersangka dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR Periode 1999-2004.

Dua pimpinan KPK lainnya, yakni Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas yang coba dikonfirmasi mengenai hal itu belum merespons Beritasatu.com. Nomor telepon Busyro Muqoddas off, sedangkan panggilan ke nomor telepon Bambang Widjojanto, tak dijawab.

Berdasarkan catatan Beritasatu.com, Abraham Samad, Jumat (8/2), menyatakan belum diumumkannya penetapan Anas sebagai tersangka disebabkan keterbatasan jumlah pimpinan untuk menandatangani sprindik.
“Yang ada di kantor hanya ada dua pimpinan, yaitu saya dan Pak Zulkarnaen. Harus kolektif kolegial. Jadi sudah sepakat, tapi harus tanda tangan semua,” kata Abraham seusai melantik Direktur Penuntutan KPK, Ranu Miharja di kantor KPK.

Ketika ditanyakan tentang pengumuman status Anas sebagai tersangka hanya persoalan waktu, Abraham tidak membantahnya. “Kita lihatlah ke depan. Mudah-mudahan,” kata Abraham.

Rizky Amelia/N-8/AB

Suara Pembaruan

Penulis: Rizky Amelia/Rizky Amelia/N-8/NAD

Sumber:Suara Pembaruan