Wakapolri, Wakapolri, Komjen Pol Drs. Nanan Sukarna di sebuah acara.

Saya serius, bukan bercanda. Silakan ditulis, saya berniat maju sebagai capres dan cawapres tahun depan.



Jakarta— Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komjen Nanan Soekarna mengungkapkan hasratnya untuk maju sebagai calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilu 2014 nanti. Jenderal bintang tiga ini memang hendak pensiun dari kedinasan Polri Juli nanti.

“Saya serius, bukan bercanda. Silakan ditulis, saya berniat maju sebagai capres dan cawapres tahun depan. Kalau nggak laku ya sudah, saya akan jadi leader di luar struktrur pemerintahan saja,“ kata Nanan kepada Beritasatu.com, Sabtu (23/2).

Hanya saja Nanan, yang merupakan alumni terbaik Akpol 1978 peraih Adhi Makayasa, mengaku belum tahu partai mana yang akan dijadikan kendaraan politiknya. “Belum ada (partainya), nunggu dipinang kali ya,“ tambahnya.

Jika benar takdir menentukan dirinya terpilih menjadi orang nomor 1 atau nomor 2 di republik ini, Nanan berjanji untuk mengubah gaya kepemimpinan, menghilangkan hak proregatif, dan aturan protokoler yang ketat.

“Sekarang ini toh (saya) sudah menjabat empat jabatan presiden. Yakni (presiden) di Ikatan Motor Indonesia (IMI), Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), Perbakin (Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia), dan mantan Presiden FBI National Academy Alumni Asia Pasifik. Jadi sudah pengalaman kan,“ bebernya, lantas tertawa.

Bukankah ini sikap oportunis dan pragmatis setelah  mundur dari niat untuk maju sebagai bakal calon gubernur (cagub) Jawa Barat (Jabar) pada Pemilukada Jabar 2013 ?

Ditanya begini, mantan Kapolda Sumut ini menjawab, “ Justru saya kan (dulu) bilang batal maju cagub karena mau maju capres. Kalau maju cagub (dan terpilih) maka saya tidak komit dong, masa setahun (jadi Guberbur Jabar) lalu ninggalin tanggungjawab.“

Saat itu Nanan memang sempat menyatakan siap mundur dari Polri dan dirinya telah berkomunikasi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) jika kelak berpasangan dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Rieke Diah Pitaloka maju di Jabar. Namun belakangan partai banteng moncong putih itu lebih melirik aktivis antikorupsi Teten Masduki.

Sejauh ini memang belum ada satupun presiden atau wapres yang berlatar belakang polisi meskipun korps ini sudah berdiri sejak 1 Juli 1946.

Ini tentu berbeda dengan para alumni Tentara Nasional Indonesia (TNI). Beberapa kali presiden dan wapres Indonesia berlatar belakang tentara.

Penulis: Farouk Arnaz/FEB