Impressi Artis Solaire Resort and Casino, Filipina
Layana Resort and Spa Garden Pavillion and Pool

Pulau Dewata menjadi salah satu tempat bermukim para ekspatriat dan wisatawan mancanegara.

Denpasar - Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) menuding para "broker" atau agen properti asing yang beroperasi di Bali merugikan negara karena tidak membayar pajak sesuai ketentuan.

"Kami menduga banyak broker asing yang melakukan aktivitasnya secara ilegal sehingga tidak membayar pajak. Akibatnya negara ini yang dirugikan," kata Hartono Sarwono, Sekjen Arebi di Denpasar, Kamis (25/4).

Menurut dia, jumlah para makelar itu cukup banyak karena di Pulau Dewata ini menjadi salah satu tempat bermukim para ekspatriat dan wisatawan mancanegara.

Dia berharap melalui asosiasi makelar properti itu, maka persaingan antara broker asing dan lokal bisa diatur.

"Oleh karena itu kami akan mengajak para broker asing itu menjadi pemain lokal (local player) karena Bali memiliki karakter wilayah tersendiri," ujarnya.

Hartono menambahkan bahwa saat ini jumlah makelar yang bergabung dalam asosiasi tersebut sebanyak 394 orang atau perusahaan. Kehadirannya bertujuan untuk meningkatkan daya saing supaya terus berkembang.

Sementara itu, Ketua Arebi Bali Putu Subadha Kusuma mengatakan, jumlah pialang properti di Bali sangat banyak. Anggota AREBI Bali telah mencapai angka lebih dari 65 anggota dari 15 perusahaan. Sejumlah broker dari perusahaan besar telah masuk menjadi anggota.

Pihaknya akan segera melakukan sertifikasi kepada makelar yang menjadi anggota.

"Program pertama kami yaitu konsentrasi untuk sertifikasi anggota untuk lisensi broker. Sebagian dari anggota kami telah memiliki lisensi, sisanya yang belum akan segera menyusul," ujarnya.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber:ANT