Dari ki-ka Didik J Rachbini, Presiden Direktur Group Lippo Theo Sambuaga, Founder Group Lippo  James Riyadi, Menko Kesra Agung Laksono dan Ketua DPD Irman Gusman dalam ground breaking 11 superlok Lippo Plaza  di Padang, Sumatera Barat, Jumat (10/5).

Ketiga proyek yang dibangun Lippo Karawaci terdiri atas Rumah Sakit Internasional, Hotel Berbintang dan Pusat Perdagangan.

Jakarta - Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sebagai perusahaan properti terbuka terbesar di Indonesia, menggelar peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan kawasan terintegrasi Lippo Plaza senilai Rp1,3 triliun yang akan menjadi bangunan terbesar di pusat kota Padang, Sumatera Barat.

Acara Ground Breaking sendiri dihadiri dan dilakukan oleh Ketua DPD RI Ir. Irman Gusman, Menko Kesra RI Dr. HR. Agung Laksono, Menteri Perumahan Rakyat RI Djan Faridz, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Walikota Padang Fauzi Bahar, Ketua BNPB Mayjen TNI (Purn) Syamsul Maarif, Tokoh Masyarakat Padang Ny. Ratna Hasyim Ning, Letjen TNI (Purn) Ir. Azwar Anas, Ismail Ning, Fasli Djalal, Presiden Lippo Group Theo L. Sambuaga, CEO Lippo Group DR. James T Riady, Presiden Direktur Lippo Karawaci Tbk, Ketut Budi Wijaya.

"Lippo Plaza merupakan bangunan terintegrasi yang di dalamnya ada rumah sakit internasional, hotel dan pusat perdagangan di Kota Padang. Dengan standard kelas dunia, fasilitas umum yang didesain untuk memenuhi kebutuhan akan gaya hidup modern bagi masyarakat Padang dan Sumatera Barat," ungkap Ketut Budi Wijaya, Presiden Direktur PT. Lippo Karawaci Tbk dalam rilis yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (10/5).

Dengan luas bangunan keseluruhan 94.000 meter persegi yang terletak di Jalan Khatib Sulaiman, Lippo Plaza diharapkan akan menjadi ikon baru Kota Padang karena di dalamnya akan dibangun "four in one" dengan fasilitas publik yang modern.

Untuk proyek pertama, LPKR akan membangun Rumah Sakit International dengan peralatan modern berkapasitas 300 tempat tidur pasien yang menelan investasi sebesar Rp400 miliar. Untuk nama rumah sakit ini belum diputuskan karena menunggu masukan nama dari tokoh-tokoh masyarakat Padang.

"Hadirnya rumah sakit International di kota ini akan mempunyai dampak meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus dapat mengurangi devisa keluar. Nantinya masyarakat Padang dan Sumbar tidak perlu lagi ke Negara tetangga, sebaliknya warga Negara tetangga dapat berobat sekaligus berwisata ke kota Padang ini," urai Ketut.

Menurut dia, rumah sakit internasional kota Padang akan dilengkapi dengan peralatan generasi terkini untuk CT Scan, MRI, dan peralatan canggih lainnya sehingga masyarakat Padang dan sekitarnya tidak perlu pergi ke luar kota atau jauh-jauh ke luar negeri untuk memeriksakan kesehatannya.

"Gedung Lippo Plaza juga dilengkapi dengan fasilitas "Helipad" yang siap dipakai untuk evakuasi pasien dalam keadaan darurat," tambahnya.

Untuk proyek kedua, LPKR membangun Hotel Aryaduta yang merupakan hotel berbintang lima dengan kapasitas 200 kamar megah dengan investasi sebesar Rp 300 miliar.

Hadirnya Chain Hotel Aryaduta Group yang berstandard internasional di Lippo Plaza Padang, merupakan empat kesatuan yang tak bisa dipisahkan dalam menciptakan gaya hidup modern.

"Selain itu, hotel berbintang lima ini dipastikan menjadi pilihan untuk ”Meeting Incentive Conference Exhibition (MICE) bagi kalangan dunia usaha sekaligus menjadi pilar penting dalam mendukung pariwisata mengingat tingkat kunjungan wisata ke Kota Padang terus semakin meningkat tiap tahunnya," jelas Jessy Quantero, CEO Hotel Aryaduta Group.

Sedangkan untuk proyek ketiga, LPKR akan membangun sekolah nasional plus dengan nama Sekolah Padang Harapan yang mempunyai kapasitas 1680 siswa dari TK sampai dengan SMA.

"Untuk masing-masing tingkatan, hanya empat kelas dan tiap kelas hanya diisi oleh 25-30 siswa saja," jelas Ketut.

Selain itu, Lippo Plaza akan memiliki fasilitas pusat perdagangan menengah atas seluas 55.500 meter persegi dengan Anchor Tenant yang sudah siap mengisi pusat perbelanjaan ini antara lain adalah Hypermart, Matahari Departement Store, bioskop, fitness centre, dan jasa perbankan.

Pusat perbelanjaan yang menelan investasi sebesar Rp600 miliar ini, didukung oleh 43.000 meter persegi luas parkir yang dapat menampung sebanyak 1.524 mobil dan sepeda motor.

"Komitmen Lippo group adalah menjadi pelopor swasta dalam membangun daerah, membangun infrastruktur di Kota Padang sehingga bisa mengejar ketertinggalan dengan kota-kota besar lainnya," jelas Theo L Sambuaga, Presiden Lippo Group dalam kesempatan yang sama.

Tak hanya itu saja, lanjut dia, Lippo Group berkomitmen untuk membangun manusia melalui “Job Creation" dan training, kesehatan dan pendidikan. Bukti nyata dari hal tersebut adalah dengan dibangunnya Lippo Plaza ini akan menyerap tidak kurang dari 3000 sumber daya manusia dalam segala tingkatan, itu belum termasuk UKM-UKM yang akan menjadi binaan Hypermart.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota atas dukungan dan kesempatan berpartisipasi membangun kota Padang, Kami yakin bawa Lippo Plaza akan menjadi pusat destinasi gaya hidup modern yang ditunggu-tunggu masyarakat Sumatera Barat,” tambahnya.

Proyek Bandar Minangkabau
Kedepannya, lanjut Theo, Lippo Group sendiri telah merencanakan pembangunan proyek "Bandar Minangkabau" dengan investasi senilai Rp5 - 10 triliun, yang bertujuan untuk membangun kota baru dengan merevitalisasi pantai seluas lebih kurang 700 hektar.

"Nama proyek ini adalah “Bandar Minangkabau”. Bekerja sama dengan pengusaha muda Ismail Ning, yang merupakan putra tokoh nasional asal Padang, DR. H. Hasjim Ning. Proyek ini akan menelan investasi sebesar Rp5 - 10 triliun dalan jangka waktu 5 – 10 tahun kedepan," pungkas Theo.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber:PR