Lippo Cikarang Garap Sentra Bisnis "Orange County" Rp 250 Triliun i

Meow Chong Loh-Chief Executive Officer (CEO) PT Lippo Cikarang Tbk (tiga dari Kiri) didamping Ju Kian Salim-Director PT Lippo Cikarang Tbk (paling kiri) serta Stanley Ang-Chief Marketing Officer (CMO) Orange County (lima dari kiri) dan Huang Chung Hsiun-Chief Project Construction Orange County (dua kiri) berpose bersama sambil bertukar cendera mata dengan Chen Wen Bin Deputy General Director untuk Department of Investment Services (DOIS), Ministry of Economic Affairs (MOEA) Taiwan dalam rangka Kunjungan Delegasi Investasi dari Taiwan ke Lippo Cikarang pada 4 November 2014. Pertemuan ini membahas tentang potensi investasi Kawasan Industri & pengembangan Kawasan Lippo Cikarang kedepan termasuk pengembangan Orange County. Diantara 20 Delegasi Investor ini turut hadir Jack Liang Project Manager Taiwan External Trade Development (TAITRA). Misi Negara Taiwan di Tahun 2014 menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi.

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Rabu, 5 November 2014 | 21:05 WIB

Jakarta - Perusahaan pengembang, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), mengembangkan sentra bisnis "Orange County" seluas 322 hektare (ha) di kawasan Cikarang, Jawa Barat, dengan total investasi proyek senilai Rp 250 triliun.

Untuk tahap awal, pihak perseroan akan mengembangkan MaxxBox Orange County seluas 6 ha. MaxxBox sendiri dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti Hypermart, Cinemaxx, dengan pusat kuliner serta Timezone, Showcase Orange County dan Japanese School. Selanjutnya, akan dikembangkan Orange County Business District (OCBD) seluas 13,5 ha. MaxxBox diperkirakan diluncurkan akhir November 2014

"Orange County diproyeksikan menjadi sentra bisnis terbesar berkelas dunia di wilayah koridor timur Jakarta yang dilengkapi dengan sarana penunjang gaya hidup (lifestyle),"ujar Chief Executive Officer (CEO) Lippo Cikarang, Meow Chong Loh dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (5/11).

Dia menyatakan, saat ini, Lippo Cikarang mengembangkan kawasan industri Delta Silicon 8 (DS 8) seluas 266 hektare (ha) dengan kelompok Mandiri Group dalam bentuk kerja sama operasi (KSO).

Lippo Cikarang merupakan perusahaan pengembang perkotaan (urban development) berbasis ekonomi industri, residensial dan komersial dengan luas area sekitar 3 ribu (ha). Kemarin, Selasa (4/11), Lippo Cikarang menerima delegasi investasi dari Taiwan.

Kedatangan delegasi yang berjumlah 20 orang itu, di mana salah satunya adalah Deputy General Director Department of Investment Services (DOIS), Ministry of Economic Affairs (MOEA), Chen Wen Bin. DOIS adalah salah satu unit dari MOEA, yang bertanggung jawab untuk promosi investasi luar negeri Taiwan. Hadir juga Project Manager Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), Jack Liang.

Sementara, anggota delegasi lainnya mewakili berbagai bidang usaha yang berbeda seperti, piranti lunak (software), alat-alat kesehatan, alat berat, makanan, dan karoseri mobil yang seluruhnya berkelas dunia.

Delegasi Taiwan ini berkunjung ke Lippo Cikarang untuk menjajaki kemungkinan berinvestasi, khususnya di Kawasan Industri Lippo Cikarang. Hal ini, kata Meow Chong Loh, sejalan dengan misi untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi. Taiwan sendiri merupakan salah satu investor terbesar di Lippo Cikarang setelah Jepang dan Korea Selatan (Korsel).

Meow Chong Loh menyatakan, prospek investasi di Kawasan Industri Lippo Cikarang cukup menjanjikan. Salah satu sektor yang menarik adalah otomotif. Pertumbuhan industri otomotif di koridor timur sangat pesat.

"Sebanyak 60 persen produksi kendaraan di Indonesia diperkirakan berasal dari koridor timur, di mana Lippo Cikarang masuk di dalamnya. Bisa dibilang, koridor timur merupakan lokasi yang tepat untuk berinvestasi," ujar dia.


Sumber: PR
ARTIKEL TERKAIT