MMS Garap Properti Terpadu di Cikarang Barat

PT Mutiara Mitra Sejahtera (MMS) menanamkan investasi lebih dari Rp 2 triliun untuk pengembangan proyek terpadu Cikarang Central City (CCC) di Cikarang Barat, Bekasi. (istimewa)

Oleh: Edo Rusyanto / EDO | Senin, 11 April 2016 | 13:06 WIB

Jakarta - PT Mutiara Mitra Sejahtera (MMS) menanamkan investasi lebih dari Rp 2 triliun untuk pengembangan proyek terpadu (mixed use) Cikarang Central City (CCC) di Cikarang Barat, Bekasi. Proyek prestisius ini bakal menambah persaingan ketat proyek komersial dan hunian di kawasan industri terbesar di Indonesia itu.

Tahap pertama CCC telah dibangun dan dijual sebanyak 188 unit rumah toko (ruko) premium yang konstruksi keseluruhannya hampir rampung. Ruko dengan harga awal hanya Rp 1,1 miliar per unit tersebut kini sudah terjual hingga 90%.

"Kami hampir merampungkan fase pertama berupa 188 unit ruko kelas premium yang start dibangun pada 2012. Sekitar 90% sudah terjual, dan harga di pasar sekundernya sekarang per unit sudah Rp 2,3 miliar," kata Direktur Pengembangan Bisnis MMS, Robert Yapari dalam publikasinya di Jakarta, Senin (11/4).

Saat ini pengembangan akan dilanjutkan ke fase kedua yakni pembangunan Apartemen Domicilio yang terdiri atas tiga tower apartemen dengan total 1.840 unit. Tahun ini akan diluncurkan dan dibangun tower pertama yang diberi nama Madera Tower dengan ketinggian 20 lantai.

Investasi untuk pembangunan apartemen tower pertama ini diperkirakan mencapai Rp 800 miliar. Sedangkan total yang dipasarkan untuk tower hunian pertama ini adalah 460 unit, dengan tiga tipe yakni ukuran 26 meter persegi (m2), 53,8 m2 dan 72,5 m2.

Segmen yang disasar adalah kelas menengah dari keluarga muda yang selama ini bekerja di Cikarang namun tinggal di Jakarta, juga pekerja asing.

Robert menambahkan pasar komersial dan hunian di Cikarang akan terus membutuhkan pasokan baru seiring tumbuhnya industri modal asing di kawasan tersebut, ditambah daerah sekitarnya seperti Cibitung dan Karawang. Saat ini sedikitnya ada 100 brand besar yang akan membuka pabriknya di Cikarang, dimana sebagian besar atau 90% pekerjanya adalah ekspatriat dari Jepang, Korea dan Taiwan.


Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT