Arebi Dorong Broker Miliki Sertifikat

Ketua Umum AREBI, Hartono Sarwono saat memberikan sambutan di acara Rakernas AREBI 2016 yang mengusung tema Mewujudkan Profesionalisme Anggota Melalui Sertifikasi Broker Properti, di Jakarta, Selasa (22/11). (istimewa)

Oleh: Edo Rusyanto / EDO | Rabu, 23 November 2016 | 17:22 WIB

JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi), Hartono Sarwono, mengajak broker properti bekerja secara profesional. Arebi juga terus mendorong anggotanya agar memiliki sertifikat/lisensi dan Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4).

“Jika broker properti bekerja profesional maka masyarakat pengguna jasa broker properti akan puas dengan pelayanan yang diberikan sehingga industri broker properti pun akan terus berkembang secara sehat,” ujar Hartono, dalam publikasinya di Jakarta, Rabu (23/11).

Terkait profesionalitas broker properti, dalam Rakernas, di Jakarta, Selasa (22/11), Arebi mengusung tema 'Mewujudkan Profesionalisme Angota Melalui Sertifikasi Broker Properti'. Sedangkan dalam ajang The Biggest Real Estate Summit 2016, tema yang dibahas adalah 'Property Marketing Tech.'

Menurut dia, selain wajib memiliki SIU-P4, kini broker properti juga wajib bersertifikat/berlisensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Broker Properti Indonesia (BPI). Hal itu tertuang dalam aturan PERMENDAG No.105/M-DAG/PER/12/2015 tentang pemberlakukan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia kategori real estat golongan pokok real estat bidang perantara perdagangan properti, PERMENDAG No.106/M-DAG/PER/12/2015 tentang penerapan Kerangka Kerja Kualifikasi Nasional Indonesia bidang perantara perdagangan properti. Aturan lainnya adalah PERMENDAG No.17/M-DAG/PER/12/2015 tentang perubahan atas PERMENDAG No.33/M-DAG/PER/9/2008 tentang perusahaan perantara perdagangan properti.

“Dengan memiliki sertifikat/lisensi, broker properti dianggap sudah memiliki kemampuan menjalankan pekerjaan sebagai broker properti,” katanya.

Di banyak negara, lanjut dia, termasuk di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, broker properti harus memiliki sertifikat/lisensi. Keberadaan aturan yang mewajibkan broker properti harus memiliki sertifikat/lisensi di Indonesia juga dianggap penting dengan dilaksanakannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dengan diberlakukan MEA, broker properti asing akan masuk ke Indonesia. Persaingan antar broker pun akan semakin ketat. Sertifikasi/lisensi merupakan salah satu bentuk proteksi pemerintah terhadap profesi agen properti.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT