Revisi Kriteria Konsumen FLPP Diapresiasi Pengembang

Ilustrasi perumahan. (Antara/Aditya Pradana Putera)

Oleh: / FER | Kamis, 13 Juli 2017 | 23:15 WIB

Semarang - Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Jawa Tengah menyambut baik revisi kriteria konsumen rumah sederhana melalui program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

"Kami menyambut baik karena artinya konsumen rumah subsidi bisa lebih luas," kata Ketua REI Jawa Tengah, MR Prijanto, di Semarang, Kamis (13/7).

Prijanto mengatakan, sebelumnya upah maksimal konsumen rumah sederhana atau subsidi yaitu Rp 4 juta, dengan revisi tersebut masyarakat berpenghasilan di atas Rp7 juta bisa menikmati rumah bersubsidi.

"Kalau sebelumnya kan untuk masyarakat dengan upah di atas Rp7 juta harus ke rumah menengah, yaitu di kisaran harga Rp250 juta. Dengan kebijakan ini tentu sangat menguntungkan para pengembang," katanya.

Salah satunya, yaitu penjualan rumah sederhana menjadi lebih cepat. Selanjutnya, dapat diikuti oleh percepatan pembangun rumah sederhana oleh pengembang.

Mengenai pembangunan rumah sederhana sendiri, pihaknya menargetkan pada tahun ini dapat terbangun sebanyak 6.500 unit rumah sederhana. "Kalau sejauh ini sudah terealisasi sekitar 40 persen, harapannya hingga akhir tahun dapat tercapai," katanya.

Sementara itu, mengenai revisi kriteria terhadap batas atas penghasilan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menyatakan, kebijakan ini juga akan dilaksanakan melalui perubahan Peraturan Menteri PUPR tentang kemudahan atau bantuan perolehan rumah bagi MBR.

Dirjen Pembiayaan Perumahan Kempupera, Lana Winayanti, mengatakan aturan tersebut segera diterapkan pada tahun depan menyusul selesainya draft perubahan Permen tersebut.

 




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT