Penjualan Rumah Subsidi di Yogyakarta Meningkat

Ilustrasi perumahan (Antara/Seno)

Oleh: / FER | Senin, 17 Juli 2017 | 17:54 WIB

Yogyakarta - Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan optimistis penjualan rumah subsidi untuk segmen menengah ke bawah bisa mencapai target.

"Kami optimistis tercapai karena sampai pertengahan tahun ini penjualan rumah segmen menengah ke bawah khususnya yang bersubsidi mencapai 50 persen," kata ketua DPD REI DIY, Nur Andi Wijayanto, di Yogyakarta, Senin (17/1).

Nur Andi mengatakan, pembangunan rumah pada 2017 ditargetkan sebanyak 1.500 unit atau meningkat dari realisasi 2016 yang mencapai 1.360 unit. Dari target itu, 500 unit untuk segmen menengah ke bawah (middle low) dan 1.000 unit untuk menengah ke atas (middle up).

Menurut dia, sejak awal 2017 penjualan perumahan memang telah diarahkan untuk membidik segmen menengah ke bawah.

"Hal ini disebabkan penjualan perumahan segmen menengah ke bawah dengan harga Rp 300 juta ke bawah merupakan satu-satunya segmen penjualan properti yang tidak mengalami kontraksi pada 2016, di banding segmen lainnya," kata dia.

Meski demikian, Nur Andi Wijayanto, mengatakan, untuk rumah subsidi dengan kisaran Rp 123 juta di DIY suplainya tidak banyak.

Sedangkan untuk penjualan perumahan segmen menengah ke atas dengan harga Rp 500 juta ke atas pada 2016 mengalami kontraksi penurunan 30-40 persen dan hingga saat ini masih melambat.

"Yang untuk segmen middle up memang kami perkirakan tahun ini tidak mencapai target," kata dia.

Menurut dia, pengembang lebih banyak menyasar pelanggan yang memiliki latar belakang pekerjaan di bidang pertambangan dan sektor industri berbasis komoditas, maka pada tahun ini sasaran pelanggan lebih meluas.

"Karena untuk segmen middle low, konsumen kami bisa lebih luas," kata dia.




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT