Tawarkan Hunian Murah, Pengamat Sebut Proyek Meikarta Patriotik

Kawasan "central park" Meikarta. (ID/Emral Firdiansyah)

Oleh: Lona Olavia / ALD | Selasa, 12 September 2017 | 19:43 WIB

Jakarta – Pakar properti menilai keputusan pengembang Grup Lippo yang mampu menawarkan unit apartemen di kota mandiri Meikarta dengan harga yang sangat murah patut diacungi jempol, bahkan merupakan langkah patriotik. Langkah itu diyakini bakal mampu melahirkan hunian dengan jumlah warga yang sangat besar, yang menjadi modal penting untuk pengembangan kawasan tersebut.

Demikian disampaikan F Rach Suherman, CEO dari F Suherman Management, konsultan pengembangan dan pemasaran properti, di Jakarta, Selasa (12/9). Dia tak menampik, harga jual yang ditekan hingga berkisar Rp 6 juta per meter persegi di Meikarta, tentu menyisakan banyak pertanyaan.

“Jika tidak dibarengi dengan cross development strategi di areal yang mahaluas tersebut, satuan biaya lahan dan bangunan dengan harga Rp 6 juta (per meter persegi) adalah absurd,” ujarnya.

Namun, dia yakin, strategi itu akan menjadikan Meikarta sebagai konsentrasi hunian baru dengan harga yang terjangkau masyarakat. Menurutnya, strategi yang mampu menarik ratusan ribu pembeli akan berdampak pada terciptanya hunian masif dengan jumlah penduduk yang besar.

“Ini modal mahapenting untuk memudahkan pengembangan berikutnya, termasuk kawasan-kawan komersial,” jelasnya.

Dia menyarankan, pengembang sebaiknya menyisihkan 20% dari unit yang dibangun khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah. “Bahwa proyek ini lumayan patriotik, saran saya sisihkan 20% dari tower yang dibangun untuk diseleksi hanya kepada masyarakat berpenghasilan rendah, dan tidak boleh ada peluang pembeli yang sekadar membeli untuk investasi properti. Ini akan tercipta harmoni hebat yang melepaskan primordial sosial karena perbedaan status ekonomi. Lippo belum terlambat untuk mewujudkannya,” katanya.

Sebelumnya, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Syarif Burhanuddin menyatakan pembangunan kota mandiri Meikarta merupakan terobosan yang sangat berani dan luar biasa. Tawaran produk hunian di Meikarta di bawah Rp 7 juta per meter persegi, atau Rp 127 juta per unit juga sangat murah dan menarik.

“Harga Rp 127 juta itu sudah sangat murah, karena standar kredit sudah Rp 180 juta-an di Jabodetabek,” ungkap Syarif menjawab pertanyaan moderator Najwa Shihab pada talkshow “BTN Golden Property Awards 2017” di Jakarta, Senin (11/9).

Menurut Syarif, penuntasan 11,4 juta defisit perumahan membutuhkan terobosan dari BUMN dan swasta. Kisaran harga Rp 127 juta per unit apartemen di kota baru Meikarta yang ditawarkan Lippo Group sangat membantu masyarakat menengah ke bawah.

“Kisaran harganya terjangkau masyarakat menengah bawah yang punya penghasilan Rp 4 juta sampai Rp 5 juta per bulan,” tuturnya.

Konsep hunian Meikarta berbeda dengan yang lain. Harga apartemen Meikarta sangat kompetitif karena Lippo tidak mengandalkan hasil penjualan apartemen tersebut. Lippo menciptakan komunitas. Dari situ, akan muncul kebutuhan terhadap pendidikan (sekolah), kesehatan (rumah sakit), tempat perbelanjaan (mal), restoran, perkantoran, dan lain-lain. Dari pelayanan itulah Lippo memberikan subsidi harga.

Menanggapi hal tersebut, CEO Grup Lippo James Riady menjelaskan, proyek Meikarta sejak awal dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang harganya terjangkau. Itu sebabnya, harga yang ditawarkan Rp 6,7 juta per meter persegi, atau hanya sekitar Rp 127 juta per unit. “Bahkan diberi fasilitas terbaik, seperti lift,” ujarnya. 




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT