Konsep Hunian TOD Semakin Diminati Konsumen

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono bersama Menteri BUMN Rini M Soemarno, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro, dan Direktur Utama PT Wika Bintang Perbowo di lokasi TOD Stasiun Pasar Senen, Selasa 10 Oktober 2017. (Suara Pembaruan/Deti Mega)

Oleh: / FER | Rabu, 11 Oktober 2017 | 18:26 WIB

Jakarta - Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) menyatakan, pengembang perlu mencari lokasi properti yang dapat memudahkan akses terhadap beragam sektor transportasi publik agar dapat meningkatkan kinerja perusahaan mereka.

"Dalam kondisi pasar seperti ini, para pengembang harus cermat melihat peluang dan membaca permintaan pasar untuk menciptakan produk yang diminati," kata Head of Advisory JLL Indonesia Vivin Harsanto dalam paparan properti di Jakarta, Rabu (11/10).

Menurutnya, selain produk yang berkualitas dengan harga yang terjangkau, pengembang juga perlu mencari lokasi pengembangan yang memiliki kemudahan akses terhadap transportasi publik yang dinilai menarik minat pembeli.

Kemudahan akses terhadap infrastruktur dan transportasi publik, kata Vivin, memicu minat developer dan investor untuk mengembangkan konsep hunian transit oriented development (TOD) dalam sektor properti.

Seperti diketahui, Perusahaan konstruksi dan investasi, PT PP Tbk (PTPP) bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) baru saja melaksanakan prosesi groundbreaking pembangunan rumah susun yang berkonsep TOD, yang berlokasi di Juanda dan Tanah Abang, Selasa (10/10).

"Konsep hunian TOD Juanda dan Tanah Abang ini diharapkan dapat mempermudah mobilisasi masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari, dimana pembangunan ini dapat membuat biaya transportasi penghuni TOD tersebut menjadi lebih efisien karena terintegrasi langsung dengan moda transportasi massal," kata Direktur Utama PTPP, Tumiyana.




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT