Accor Bidik Jamaah Haji dan Umrah Indonesia

Bangunan hotel di Mekah (istimewa)

Oleh: Laila Ramdhini / EDO | Kamis, 12 Oktober 2017 | 11:47 WIB

 

Jakarta - Accor Hotels membidik jamaah Indonesia sebagai tamu utama di Pullman Zamzam Madina dan Pullman Zamzam Makkah selama musim umrah tahun 1439 Hijriah (tahun 2017 – 2018).

General Manager Pullman Zamzam Makkah Hamid Sidine mengatakan, di Makkah, jumlah tamu Indonesia mencapai 10% dari total pengunjung sepanjang 2017. Sementara, sebesar 50% merupakan wisatawan domestik, 20% wisatawan dari Mesir dan 10% dari Pakistan.

“Selama ini Indonesia menjadi salah satu dari lima pasar terbesar kita,” kata Hamid kepada media di Jakarta, Selasa (10/10).

Dia mengatakan, pihaknya akan menggaet lebih banyak pengunjung Indonesia ke hotelnya. Pada musim haji dan umrah nanti, jumlah turis Indonesia bisa mencapai 20% dari keseluruhan tamu. Untuk itu, kedua hotel ini melakukan kunjungan bisnis ke Indonesia untuk bertemu dengan para mitra bisnis, yakni biro perjalanan (travel agent).

“Kami ingin membuka pintu bagi para tamu-tamu setia dari Indonesia yang akan melaksanakan ibadah umrah ke tanah suci, Mekah dan Medinah.

Sementara itu, sepanjang 2017, menurut data Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, jamaah dari Indonesia menempati posisi lima besar atau sebanyak 14% dari total jamaah yang datang ke tanah suci. Pemerintah Arab Saudi membuka pintu untuk mengakomodasi lebih banyak jamaah dan memperbaiki infrastruktur.

Salah satu proyek yang penting adalah pembangunan jalur Kereta Api Cepat Haramain akan menghubungkan dua destinasi suci, Mekah dan Madinah dalam waktu tempuh kurang dari dua jam. Infrastruktur ini ditargetkan rampung dalam beberapa bulan ke depan.

“Sebelumnya jarak kedua kota suci harus ditempuh dalam waktu sekitar empat jam dengan berkendara,” katanya.

Hamid mengatakan, Pullman Zamzam Makkah berdiri di kawasan istimewa di Makkah, berlokasi di area baru spektakuler kompleks Abraj Al Bait. Hotel ini terhubung langsung dengan Masjidil Haram dan Ka’bah di jantung kota Mekah serta menghadap langsung gerbang Raja Abdulaziz. Hotel ini terdiri atas 1.315 kamar termasuk kamar suite. Hotel ini juga dilengkapi failitas dan dua pilihan restoran.

“Pelayanan hotel bintang lima bernuansa spiritual dengan pemandangan langsung menghadap Ka’bah, menjadikan hotel ini sebagai akomodasi ideal bagi para jamaah,” katanya.

 

Pasar Madinah

Sementara itu, General Manager Pullman Zamzam Madina Ashraf Madkour mengatakan, wisatawan dari Indonesia menjadi pasar utama di Madinah. Bahkan, jumlah tamunya dua kali lipat daripada di Mekkah.

“Dalam sepuluh tahun ke belakang juga terjadi tren baru, di mana orang Indonesia yang ke Mekkah dan Madinah tidak lagi bepergian sendirian, namun melakukan perjalanan dengan keluarga (familiy trip). market ini yang sangat menjanjikan buat kami,” katanya.

Ashraf mengatakan, Pullman Zamzam Madina bisa ditempuh dengan berjalan kaki menuju Masjid Nabawi. Hotel yang baru dibuka pada 2016 ini merupakan hotel terbesar kedua di kota Madinah menyediakan 835 kamar dan suite, serta tiga restoran internasional.

Menurut Ashraf, kamar hotel Pullman Zamzam Madina merupakan yang terbesar di antara hotel bintang 5 lainnya di Madinah. Pemandangan yang ditawarkan dari kamar, suite, dan restoran yakni Masjid Nabawi dengan bentuk sempurna, termasuk Kubah Hijau yang menakjubkan, dan Bukit Uhud yang suci.

“Dikarenakan jumlah kamar yang besar, kami memegang andil untuk memberikan penawaran yang menarik kepada mitra bisnis kami dan menyediakan pengalaman menginap yang unik kepada para peziarah,” katanya.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT