Pantai Lokasi Paling Menguntungkan Investasi Hotel di Bali

Pantai Kuta di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. (Antara)

Oleh: Parluhutan / PAR | Senin, 13 November 2017 | 16:15 WIB

Jakarta – Investasi hotel pada kawasan pantai di Bali cenderung menghasilkan tingkat keuntungan lebih baik, dibandingkan areal lainnya di Bali. Harga sewa kamar hotel di kawasan pantai juga lebih mahal.

Marketing Consultant Grand Orange Kuta Beach Hotel Ratdi Gunawan mengatakan, investor yang berkeinginan berinvestasi unit hotel maupun kondotel di Bali sebaiknya memilih lokasi yang berdekatan dengan pantai.

“Karakteristik hotel bintang empat yang berada di dekat pantai di pulau Dewata senantiasa menghasilkan tingkat okupansi hotel yang tinggi, sehingga tentu menghasilkan income yang lebih dari sisi sewa hotel tersebut,” ujarnya di Jakarta, Senin (13/11).

Okupansi sebuah hotel yang tinggi, menurut dia, berkorelasi terhadap room rate yang lebih mahal dan kondisi ini tentu akan berdampak positif terhadap tingkat keuntungan investasi hotel tersebut. “Pemodal yang menanamkan investasinya tentu akan mendapatkan tingkat pengembalian lebih cepat,” terangnya.

Kondisi tersebut mendorong Grand Orange Kuta Beach Hotel membuka pemasaran investasi unit hotel dengan harga relatif terjangkaui yang berada di kawasan pantai Kuta. Investasi baru bisnis properti ini juga untuk mengantisipasi pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kunjungan wisman ke Indonesia bertumbuh sebesar sebesar 25,05% menjadi 10,46 juta pada Januari-September 2017, dibadingkan periode sama tahun lalu mencapai 8,36 juta kunjungan. Sedangkan kunjungan wisman sepanjang September 2017 naik menjadi 1,21 juta jiwa, dibandingkan September 2016 sekitar 1,01 juta jiwa.

Tren pertumbuhan kunjungan wisman ke Indonesia, peningkatan wisatawan lokal, dan lokasi pengembangan yang strategis, menurut Ratdi, mendorong Grand Orange Kuta Beach Hotel mulai ditawarkan kepada investor dengan skema lease hold. Sedangkan secara tingkat pengembalian, hotel ini diperkirakan berada dalam level tinggi ke depan.

“Melihat peluang peningkatan industri pariwisata nasional, kami menawarkan hotel bintang empat dengan harga Rp 298 juta per lot. Dimana setiap unit tersebut terdiri atas lima lot. Investor yang tertarik untuk membeli unit hotel ini akan diberikan kemudahan angsuran 48 bulan tanpa bunga,” ungkapnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT