Sandiaga Minta Pembangunan TOD Dukung Tiga Isu Utama

Ilustrasi "transit oriented development" (TOD). (Antara)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / FER | Selasa, 14 November 2017 | 15:39 WIB

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) terkait pembangunan transit oriented development (TOD) di Jakarta.

Wakul Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan, pihaknya meminta pembahasan TOD harus mendukung tiga isu utama yaitu, lapangan pekerjaan, pendidikan dan keterjangkauan harga (affordability).

"Pembahasan TOD ini, saya harap tidak lepas dari tiga isu utama yang dihadapi DKI," kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (14/11).

Menurutnya, keberadaan TOD harus dapat diarahkan untuk menyediakan lapangan pekerjaan baru, sekaligus menjadi tempat penataan pedagang kaki lima (PKL). Tidak hanya itu, kata Sandiaga, TOD juga harus memudahkan akses untuk ke sekolah. Sehingga para pelajar tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi, melainkan transportasi massal menuju ke sekolah.

"Selama ini belum terpikirkan. Nanti bagaimana orang kedepan harus sekolah tanpa kendaraan pribadi, tetapi kendaraan umum. Seperti kereta api, MRT, LRT dan lainnya," ujarnya.

Dengan begitu, kata Sandiaga, kemacetan lalu lintas akibat kendaraan pribadi dapat berkurang. Dampaknya, distribusi untuk pangan dan logistik lainnya dapat berjalan dengan baik. Sehingga akan membawa dampak menstabilkann harga pangan di Ibu kota. "Sehingga harga barang kebutuhan pokok di Ibu Kota menjadi harga yang terjangkau," paparnya.

Sandiaga mengharapkan, FGD ini juga merumuskan pengembangan kawasan yang menjadi titik-titik sejarah di Jakarta. Seperti Masjid Istiqlal dapat terintegrasikan dengan stasiun terdekat. Begitu juga dengan kawasan Tanah Abang dapat dihubungkan dengan titik sejarah di kawasan tersebut.

"Kalau MRT, kita lihat di koridor utama, kita bisa bangun konektivitas karena pariwisata akan jadi sumber dari penciptaan lapannga kerja yang baik bagi warga Jakarta,” terangnya.

Dalam pengembangan TOD, Sandiaga mengharapkan pasar tradisional juga diperhatikan. Sehingga keberadaan pasar tradisional yang ada di sekitar kawasan TOD tidak terlupakan. Begitu juga dengan perumahan, harus selaras dengan pembangunan kawasan TOD.

"Teman-teman di FGD ini mungkin bisa pikirkan juga bagaimana TOD ini bisa memberikan solusi permasalahan perumahan yang dapat disinkronkan dengan program DP nol rupiah," tambahnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT