Kempupera Akui Target Sejuta Rumah Sulit Tercapai

Ilustrasi perumahan. (Antara/Mohamad Hamzah)

Oleh: / FER | Selasa, 5 Desember 2017 | 16:27 WIB

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) mengakui target pembangunan sejuta rumah per tahun tidak tercapai karena sejumlah kendala.

"Ya, target sejuta rumah baru per tahun, sampai kemarin (4/12) tak tercapai. Baru terealisasi 765.120 unit dengan komposisi 70 persen MBR dan 30 persen non-MBR," kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kempupera, Khalawi Abdul Hamid, di Jakarta, Selasa (5/12).

Menurut Khalawi, program sejuta rumah sudah digagas sejak 2015 untuk mengurangi angka kekurangan kebutuhan rumah (backlog) sebesar 7,6 juta dengan pertumbuhan kekurangan 800.000 rumah per tahun. "Pada 2015 tercapai 699.770 unit rumah dan 2016 sebesar 805.169 unit rumah," ucapnya.

Dari realisasi itu, komposisinya sekitar 70 persen untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sisanya non-MBR.

Khalawi juga mengakui, kendala umum yang masih dihadapi dalam pengadaan rumah tersebut adalah regulasi dan lahan. Oleh karena itu, lanjutnya, ke depan harus diupayakan sejumlah terobosan untuk mendukung program sejuta rumah ini.

"Supervisi ke daerah secara langsung diperlukan sehingga masukan perbaikan tidak hanya dari Realestat Indonesia (REI) saja," kata Khalawi.

Ditjen Penyediaan Perumahan pada 2017 memperoleh anggaran sebesar Rp 8,1 triliun untuk pengadaan fisik rumah 128.336 unit dan pembangunan prasarana dan sarana serta utilitas (PSU) 14.000 unit. Dari jumlah itu, realisasi penyerapan anggaran hingga 4 Desember sebesar 76,09 persen dan fisik 86,57 persen.

Sedangkan pada 2018, anggaran diusulkan menjadi Rp 9,6 triliun dengan target sebaran pembangunan unit perumahan adalah di Indonesia bagian barat 51,7 persen dan timur 48,3 persen.




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT