Brewin Mesa Optimistis The Lana Diserap Konsumen

Presiden Direktur PT Brewin Mesa Development, Bill Cheng (kanan) bersama General Manager of Sales and Marketing PT Brewin Mesa Development, Stevie Faverius Jaya (kiri), dalam kesempatan media visit di Jakarta, Selasa, 5 Desember 2017. (Beritasatu Photo/Feriawan Hidayat)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Selasa, 5 Desember 2017 | 23:41 WIB

Jakarta - PT Brewin Mesa Sutera (Brewin Mesa), perusahaan investasi dan pengembang real estat berbasis di Singapura, mengusung sikap optimistis terhadap kondisi perekonomian Indonesia di masa depan akan mendongkrak sektor bisnis properti.

"Kami optimistis sektor properti akan bangkit kembali setelah sempat terpuruk dua tahun belakangan. Kondisi itu, seiring dengan komitmen pemerintah dan perbaikan kondisi perekonomian,"ujar Presiden Direktur Brewin Mesa, Bill Cheng, dalam wawancara khusus dengan Beritasatu.com, di Jakarta, Selasa (5/12).

Brewin Mesa Sutera, merupakan perusahaan gabungan dari pengembang asal Singapura, Brewin Mesa Pte Ltd (Brewin Mesa) dan Shenning Emerging Asia Real Estate Fund Pte Ltd (Shenning).

Lebih lanjut, Bill Cheng mengatakan, pihaknya memiliki keyakinan tinggi dalam mengembangkan proyek properti di Indonesia. Melalui proyek The Lana yang memiliki nilai investasi Rp 1,3 triliun, Brewin Mesa membidik kalangan konsumen menengah atas.

"Apartemen The Lana yang berlokasi di CBD Alam Sutera, merupakan proyek termewah di kawasan. Kami optimistis pemasaran The Lana akan mendapat respons positif dari konsumen," kata pria kelahiran 2 September 1979 ini.

Sampai dengan saat ini, kata Bill Cheng, penjualan The Lana telah mencapai 170 unit dari dari total 564 unit yang akan dibangun oleh pihaknya. "Sejak pertengahan tahun, angka penjualan kami terus meningkat setiap bulannya. Rata-rata sekitar 30 unit terjual. Kami sendiri memiliki keyakinan, seluruh unit dapat terjual habis sampai dengan akhir tahun depan," tambahnya.

Sebagai pengembang, kata pria yag mengenyam pendidikan di Northwestern University, Amerika Serikat (AS) ini, pihaknya telah menentukan siapa target market yang mereka bidik. Terlebih, kisaran harga unit yang mereka tawarkan termasuk kategori high end.

"Sejak mulai dari penyiapan proyek ini, kami menetapkan standar harga jual mulai Rp 1,5 miliar sampai Rp 5 miliar. Adapun target market yang kami bidik adalah kalangan keluarga muda atau keluarga yang ingin upgrade tempat tinggalnya," jelasnya.

Bill Cheng mengungkapkan, merupakan sebuah hunian vertikal yang mengedepankan desain yang ekslusif. Hal ini, lanjut dia, yang menyebabkan perusahaannya memilih Alam Sutera sebagai lokasi pembangunan. Selain memiliki kedekatan dengan wilayah Ibu Kota, kawasan Alam Sutera juga dikenal dengan lingkungan yang hijau dan tata kelola yang baik.

"The Lana merupakan proyek kami yang sangat penting. Kami akan fokus pada proyek ini agar menghasilkan kualitas produk yang memuaskan konsumen," tambahnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT