APL Dukung Pengembangan Wisata Danau Toba

APL Dukung Pengembangan Wisata Danau Toba
Proyek properti terpadu Podomoro City Deli Medan (PCDM), Medan, Sumatera Utara (Sumut). ( Foto: istimewa )
Edo Rusyanto / EDO Senin, 12 Februari 2018 | 13:05 WIB

 

Jakarta – Manajemen PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) mengaku bahwa kehadiran proyek Podomoro City Deli Medan (PCDM), Medan, Sumatera Utara (Sumut) termasuk untuk menopang industri pariwisata. PCDM merupakan proyek properti terpadu yang berdiri di atas lahan seluas 5,2 hektare (ha) dengan investasi sekitar Rp 7 triliun.

"Pembangunan Agung Podomoro sudah keluar daerah dari Jawa, yakni ke Balikpapan, Bali dan kini di Medan. Keberadaan Agung Podomoro di Medan ini dalam rangka menunjang program pemerintah mendukung proyek destinasi wisata Danau Toba," ujar Agung Wirajaya, AVP Strategic Marketing PT Agung Podomoro Land Tbk, dalam publikasinya di Jakarta, Senin (11/2).

Sebagaimana diberitakan, dalam mengembangkan pariwisata Danau Toba, Presiden Joko Widodo lewat Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016 membentuk Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba. Badan itu bertugas mempercepat proses pembangunan Danau Toba yang masuk dalam 10 destinasi prioritas nasional.

Sejumlah infrastruktur transportasi pun dikembangkan. Frekuensi penerbangan langsung menuju Bandar Udara Internasional Kuala Namu dan Bandar Udara Silangit juga diharapkan mendongkrak jumlah wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke kawasan itu.

Selain memiliki bandara, sejumlah akses jalan tol juga dibangun dalam upaya mempermudah wisatawan berkunjung ke Danau Toba, yaitu membangun jalur tol dari Kualanamu ke Tebing Tinggi, menuju Siantar, dan Parapat.

Agung menambahkan, kehadiran PCDM menawarkan sinergi terpadu satu atap yang mencakup, perpaduan mal, hotel, dan apartemen. Terkait hunian vertikal, PCDM terdiri atas dua menara (tower) Tribeca Condominium, dua tower Premium Apartment, dan tiga tower Exclusive Apartment.

Menempati bekas lahan Deli Plaza Medan, kata dia, superblok PCDM berada di lokasi yang sangat strategis, terletak di Jalan Puteri Hijau dan Jalan Guru Patimpus, yang merupakan kawasan pusat bisnis (central bussines district/CBD) Medan. Lokasi PCDM sekitar 5 menit jalan kaki ke Stasiun Kota Medan dan perlu 30 menit naik kereta api cepat ke Bandara Internasional Kuala Namu.

 

Perkantoran Premium


Sementara itu, AVP Marketing Podomoro City Deli Medan Suyenti Lokat, mengatakan, PCDM dihadirkan bagi masyarakat yang menginginkan kehidupan di kawasan niaga kota dengan keutamaan ruang pribadi yang nyaman serta dekat dengan kawasan pariwisata nasional. “Proyek ini ditujukan bagi orang-orang yang ingin hidup di pusat niaga namun juga dekat lokasi destinasi wisata nasional Danau Toba,” ungkap Yenti.

Tidak hanya itu, tambah dia, untuk mendukung Medan sebagai kota bisnis internasional, PCDM juga menyediakan Premium Office Tower berupa kepemilikan ruang perkantoran bersertifikat strata tittle dengan fasilitas lengkap. Ruang perkantoran ini juga akan terintegrasi dengan menara-menara lainnya yakni apartemen, kondominiun, hotel, dan pusat ritel.

Yenti mengatakan, ruang perkantoran ini memiliki luas antara 111,79 meter persegi (m2) – 2.000-an m2. Proyek ini menyediakan fasilitas genset yang mampu mendukung kebutuhan 100% gedung apabila listrik dari PLN padam, sehingga kegiatan operasional di dalamnya tidak terganggu. Konsumen akan mendapatkan sertifikat kepemilikan penuh atas unit perkantoran tersebut. PCDM menawarkan kepemilikan ruang perkantoran dengan sistem special installment.

“Special installment yang kami tawarkan berupa angsuran 48 kali, dengan booking fee Rp25 juta, uang muka pertama 10%, kedua 10%, ketiga 10%, dan sisa angsuran 70% boleh dicicil 45 kali,” ujar Yenti.

Menurut dia, hingga saat ini pengerjaan proyek PCDM sudah mencapai tahap finishing dan akan segera dilakuan serah terima dimulai dari Tribeca Condominium. Kemudian akan dilanjutkan ke apartemen ekslusif yang berada di atas mal.

Yenti pernah mengatakan, walaupun konsep hunian apartemen memang dikenal masih baru di Medan, animo masyarakat memiliki hunian di Medan sangat tinggi. Peminatnya tidak hanya berasal dari Medan dan kawasan sekitarnya, tetapi juga dari wilayah lain di Indonesia. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 900 jutaan per unit. “Sekitar 90% lebih dari jumlah Apartemen yang tersedia sudah laku terjual,” ujar dia.

Proyek PCDM ini diharapkan akan dapat mendukung Ibu Kota Sumatera Utara lebih maju lagi sehingga dapat menjadi kota bisnis internasional serta menjadi tujan wisatawan lokal ataupun mancanegara. “Kami sangat berharap proyek ini akan dapat mendukung Medan menjadi kota bisnis dan tujuan berlibur wisatawan lokal ataupun yang dari luar. Di samping itu kami juga berharap Podomoro City Deli dapat menjadi icon kota Medan sebagai kawasan termegah & terbaik di kota Medan,” tutur Yenti.



Sumber: Investor Daily