BSD Akuisisi Bakrie Tower dan MSIG Tower

BSD Akuisisi Bakrie Tower dan MSIG Tower
Dari kiri ke kanan, Direktur PT Bumi Serpong Damai Hermawan Wijaya , CEO Strategic Development and Services Sianr Mas Land Ishak Chandra, dan Managing Director President Office Sinar Mas Land Dhony Rahajoe berbincang disela-sela Sinar Mas Land Outlook 2018 di Jakarta, Selasa (2/13/2018). PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menargetkan marketing sales pada tahun 2018 sebesar Rp7,2 triliun, karena minat konsumen yang tinggi terhadap produk residensial, komersial dan joint venture perseroan di sembilan kota di Indonesia. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal ( Foto: BeritaSatu Photo / Mohammad Defrizal )
Imam Muzakir / FER Selasa, 13 Februari 2018 | 21:15 WIB

Jakarta - Pengembang Properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), semakin gencar melakukan ekspansi untuk meningkatkan pendapatan berulang (recurring income). Pada tahun 2017, Perusahaan telah berhasil mengakuisisi 13 lantai di Bakrie Tower dengan total luas mencapai 17.000 meter persegi (m2).

"Akuisisi ini sebagai bagian dari investasi properti, untuk menambah portofolio pendapatan berulang perusahaan. Adapun, net leasable area atau NLA dari 13 lantai tersebut mencapai 17.000 m2," kata Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (13/2).

Adapun, rata-rata harga sewa di Bakrie Tower adalah Rp 300.000/m2/bulan. Sejauh ini, tingkat okupansi di Bakrie Tower mencapai 23 persen pada Januari 2018 dan diperkirakan akan terisi sekitar 80 persen hingga 90 persen pada tahun 2019.

Selain itu, pada akhir tahun lalu, BSD juga telah mengakuisisi Sinarmas MSIG Tower yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta. Adapun, NLA yang diakuisisi mencapai 68.525 m2 dengan rata-rata harga sewa mencapai Rp 260.000/m2/bulan. Tingkat okupansi di Sinarmas MSIG Tower mencapai 40 persen pada tahun 2017 dan ditargetkan terisi sekitar 80 persen hingga 90 persen pada tahun 2019.

"Kami yakin, dengan dukungan pendapatan berulang yang besar, perusahaan dapat menjaga pertumbuhan kinerja di masa mendatang," kata Hermawan.



Sumber: Investor Daily
CLOSE