Menpupera Akui Pembangunan Rumah Masih Banyak Kendala

Menpupera Akui Pembangunan Rumah Masih Banyak Kendala
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat FIABCIA Global Business Summit 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12/18). Sekitar 56 proyek dari 17 pengembang anggota REI dengan total minimum investasi yang ditawarkan mencapai Rp 68 triliun. ( Foto: beritasatu photo / mohammad defrizal )
Imam Muzakir / FER Kamis, 6 Desember 2018 | 18:50 WIB

Nusa Dua - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono, menyatakan, untuk membangun rumah rakyat masih banyak kendala, sehingga program sejuta rumah masih berat teralisasi.

Adapun kendala yang dihadapi antara lain, terbatasnya lahan murah untuk perumahan, masih adanya proses perizinan yang belum mengikuti kebijakan percepatan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, dan kualitas rumah dan perumahan yang masih perlu ditingkatkan.

"Penyediaan perumahan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat memerlukan kontribusi dan peran dari pemerintah, pemerintah daerah, para pengembang, perbankan, dan pihak terkait lainnya," kata Basuki, dalam acara pembukaan Global Business Summit yang diselenggarakan Asosiasi Real Estate Sedunia (FIABCI) di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12).

Terkait hal ini, kata Basuki, peran REI sangatlah penting dan diharapkan kedepannya dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam menyediakan perumahan yang layak huni dan berkualitas serta terjangkau oleh MBR.

"Selain peningkatan peran stakeholders, kita perlu terus mengupayakan inovasi dan terobosan, antara lain terbentuknya land banking system, mendorong inisiatif pembiayaan kreatif seperti kredit mikro, bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan, serta kemitraan badan usaha dan partisipasi masyarakat serta mendorong pengembangan perumahan skala besar," tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE