Mudik Kecil

/ SHI Kamis, 14 Juni 2018 | 02:04 WIB

Oleh KH Z Arifin Junaidi

Hari-hari ini, dan juga tahun-tahun sebelumnya, ketika mendekati Lebaran kita menyaksikan saudara-saudara kita atau bahkan kita sendiri, sibuk mempersiapkan diri untuk mudik ke kampung halaman.

Kita melihat orang-orang sibuk mencari transportasi untuk pulang. Mulai pesawat, mobil, kapal laut. Tak hanya itu, kita juga sibuk mencari oleh-oleh untuk saudara kita di Kampung. Pakaian, makanan, dan lainnya, disiapkan dengan sebaik mungkin.

Ini menunjukkan bahwa kita sebenarnya secara fitrah maupun nurani, kita ingin selalu kembali ke asal. Idulfitri sebenarnya bisa diartikan, ied berarti kembali dan fitri berarti fitrah kita sebagai manusia.

Mudik itu berarti kembali ke jati diri kita sebagai orang kampung dan berkumpul dengan saudara dan keluarga. Kita persiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Tapi sebenarnya mudik Lebaran ke kampung halaman hanyalah mudik kecil. Mudik yang besar adalah mudik kita kepada Allah SWT. Ied kembali dan fitri merupakan fitrah.

Lalu apa yang dimaksud dengan fitrah? Di dalam Alquran Allah SWT berfirman,”Hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus. Yang merupakan fitrah Allah. Yang dengannya Allah memfitrahkan manusia. Tidak ada perubahan bagi ciptaan Allah atau fitrah Allah.”

Karena itu, Idulfitri dapat diartikan kembali ke fitrah maupun jati diri kita sebenarnya. Dengan begitu, seharusnya kita kembali menjadi orang yang sebagaimana difirmankan oleh Allah, yaitu fitrah yang berarti beragama. Beragama yang lurus.

Karenanya, marilah pada kesempatan ini kita hadapkan wajah kita seperti perintah Allah kepada agama yang lurus. Ketika kita bertekat untuk mudik, maka marilah kita mudik dengan menghadapkan wajah kita kepada Allah SWT.

Karena sesungguhnya mudik besar itu sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWT. Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un. Sesungguhnya kita manusia semua adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah SWT.

Jadi, marilah kita persiapkan mudik kita sebenar-benarnya sebagaimana kita menyiapkan diri untuk mudik kecil ini.

Penulis merupakan Ketua LP Maarif PBNU



CLOSE