Polda Metro Siap Amankan Malam Takbir dan Idulfitri

Polda Metro Siap Amankan Malam Takbir dan Idulfitri
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis. ( Foto: Beritasatu.com / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / WBP Kamis, 14 Juni 2018 | 20:08 WIB

Jakarta- Personel gabungaan Polda Metro Jaya, TNI dan Pemprov DKI Jakarta siap melaksanakan pengamanan malam takbiran. Polisi bakal menindak tegas pelaku tindakan kriminal yang mengganggu kenyamanan rangkaian Hari Raya Idulfitri.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis mengatakan, Polda Metro Jaya, TNI dan Pemprov DKI Jakarta telah melaksanakan apel gelar pasukan kesiapan pelaksanaan pengamanan malam takbir, sekaligus perayaan Idulfitri, besok. 13 Polres jajaran juga melakukan gelar pasukan di wilayah masing-masing.

"Ini tujuannya (gelar pasukan) agar kita semua siap memberikan rasa aman kepada masyarakat di wilayah DKI Jakarta, dalam rangka melaksanakan malam takbir, malam kemenangan setelah puasa selama satu bulan penuh. Setelah itu, besok paginya seluruh personel yang kurang lebih jumlahnya 5.000 akan kita sebar ke seluruh masjid-masjid yang ada di wilayah DKI Jakarta atau di lapangan-lapangan yang melaksanakan salat Id. Contohnya, Lapangan Blok A, kemudian di Lapangan Mabes, Blok S dan beberapa tempat lain," ujar Idham, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (14/6).

Dikatakan, tujuan pengamanan agar seluruh warga di DKI Jakarta aman, nyaman dan tidak ada gangguan apa pun dalam rangka melaksanakan perayaan Idulfitri.

"Insya Allah kami semua beserta stakeholder yang lain, TNI, Pemda DKI, Satpol PP, Dishub, Dinas Kebakaran dan yang lain bekerja keras memberikan rasa aman kepada masyarakat. Aman bagi masyarakat yang mudik, aman bagi masyarakat yang akan melaksanakan malam takbir, aman bagi masyarakat yang melaksanakan salat Idulfitri, tapi tidak aman bagi pelaku kriminalitas," ungkapnya.

Ia menegaskan, dirinya sudah memerintahkan seluruh direktur operasional dan kapolres untuk tidak ragu-ragu melakukan tindakan tegas terukur kepada pelaku kriminal. "Tidak ragu-ragu melakukan tindakan tegas dan terukur bagi mereka yang akan mengganggu ketertiban, keamanan serta kenyamanann pelaksaan rangkaian Idulfitri," katanya.

Idham menyampaikan, pihaknya telah mendapatkan data dari Direktorat Intelkam, ada beberapa daerah perlu fokus pengamanan. Semisal, ada beberapa organisasi kemasyarakatan melakukan kegiatan malam takbir.

"Tapi kita sudah melakukan pengamanan secara konvoi, kawal, juga kita berusaha untuk memberikan keyakinan bahwa marilah kita merayakan kemenangan ini dengan sukacita. Bukankah agama Islam mengajarkan kita yang rahmatan lil alamin, sehingga semua rangkaian pelaksanaan ini akan berjalan dengan aman dan tertib," jelasnya.

Meyoal apakah polisi akan melakukan razia senjata tajam mengingat pada saat kegiatan sahur on the road (SOTR) banyak yang membawa senjata tajam, Idham mengatakan tidak ada.

"Saya kira tidak perlu kita lakukan razia. Malam ini kan bukan SOTR, mereka akan melakukan takbir. Tapi tentu kita memberikan imbauan untuk melakukan pelaksanaan takbir dengan santun, dengan baik mengumandangkan asma Allah, asma Tuhan, masa harus bawa sajam. Tapi kalau dia bawa sajam, ya kita tindak. kita tindak kalau dia bawa sajam. Saya yakin juga masyarakat akan melakukan takbir pasti akan lebih santun, lebih baik. Tapi kalau ada yang melakukan pelanggaran, ya kita tindak tegas," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com