Pulau Langkawi dan Efek Star Trek

Pulau Langkawi dan Efek Star Trek
Pulau Langkawi ( Foto: thousandwonders.net )
Nurlis E Meuko / NEF Sabtu, 17 Februari 2018 | 13:24 WIB

Pulau Langkawi, Malaysia, mendadak menjadi perbincangan. Tapi bukan lantaran gencarnya promosi pariwisatanya, melainkan efek Film Star Trek yang menyinggung tentang pulau di negara bagian Kedah Darul Alam itu.

Di dalam film itu, disebutkan Kapten Star Trek Discovery Philippa Georgioe dilahirkan dan tumbuh dewasa di Pulau Langkawi. Bahkan, Georgiou juga diperankan oleh aktris Malaysia Tan Sri Michelle Yeoh.

Penyebutan Pulau Langkawi terjadi dalam dialog di akhir Season One, dan diikuti serangkaian seri Michael Burnham (Sonequa Martin-Green) yang menanggapi dengan anggukan tentang "pantai-pantai indah Langkawi".

Klip dialog inilah yang diupload di akun Facebook atas nama Muhammad Izsam pada pada Selasa (13/2), lalu menjadi viral dengan 5.489 share.

Pulau Langkawi adalah kawasan tujuan wisata yang paling populer di Malaysia. Di kawasan ini terdapat 104 pulau yang disebutkan terbentuk dari hanyutan benua yang membentuk Asia Tenggara.

Titik tertinggi di Langkawi ialah puncak Gunung Raya setinggi 890 meter di atas permukaan laut. Kaya dengan keindahan alamnya serta diwarnai dengan berbagai legenda, pulau ini memang memberi daya tarik bagi wisatawan.

Apalagi statusnya sudah bebas cukai sejak 1987. Salah satu daya pikatnya bisa dilihat bagaimana Malaysia mengemasnya secara maksimal. Mulai dari penyiapan fasilitas transportasi, seperti Bandar Udara Internasional Langkawi, dilengkapi beberapa pelabuhan yang melayani feri antar-pulau dan ada yang langsung terhubung ke Thailand.

Jangan tanya soal fasilitas lainnya. Di pinggiran pantai menjamur hotel kondominium, restoran, dan resor-resor. Selain itu, infrastruktur di wilayah ini betul-betul diperhatikan.

Di sejumlah titik jalan, ada tulisan "aduan kerosakan jalan", dilengkapi nomor telepon, dan e-mail. Itulah sebabnya jalanan di sini selalu mulus.

Salah satu objek wisata utama di Pulau Langkawi adalah kereta gantung. Lintasannya sepanjang 2.079 meter. Berbentuk curam menanjak, menghubungkan antara Resor Teluk Burau di tepi laut dan puncak Gunung Machincang yang tingginga 708 meter.

Dari kereta gantung ini bisa melihat Geopark. Terlihat juga Jembatan Langit Langkawi sepanjang 125 meter. Berbentuk kurva jembatan ini menghubungkan antarpuncak bukit di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Itu baru sebagian dari keindahan yang diciptakan di Langkawi.

Pastinya, Pemerintah Malaysia menggeber keindahan di sini dengan memanfaatkan posisi Pulau Langkawi yang sangat strategis.

Terletak di mulut Selat Malaka, di sebelah barat Pulau Langkawi ada Laut Malaka, laut Andaman, dan Samudera Hindia. Di seberang pulau Langkawi ada pulau Sumatera dan di utaranya terletak negara Thailand.

Agar bertambah menarik, dipertajam lagi dengan kekuatan cerita asal muasal Pulau Langkawi yang dilukiskan sejak 500 juta tahun lalu. Jejaknya ada Geopark berumur 550 juta tahun yang diakui Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

Jelas ini menunjukkan sejarah sejak zaman Kambrium – bersal dari nama Cambria, nama klasik Wales, wilayah asal bebatuan yang pertama kali dipelajari-- yaitu periode skala waktu geologi yang dimulai 542-1 juta tahun lalu.

Selain soal geologi, diceritakan juga riwayat sejarah dengan nama Lung-Ya-Kiou-Yi di sebuah piagam yang dipercaya digunakan Laksamana Cheng Ho ketika melawat Melaka pada 1405.

Pada Abad 16, pulau ini diberi aneka nama, misalnya Langa, Lanka, Lansura, dan Langapura. Pada 1621 Jenderal Augustin de Beaulieu –di masa Raja Louis XIII dari Perancis—menyebut Langkawi sebagai Lancahui.

Begitulah cara Malaysia mengemas tempat tujuan wisatanya, agar menarik minat wisatan berkunjung dan membawa pulang cerita. Kondisi itu teruntungkan lagi dengan Film Star Trek.

Bahkan, bukan kalin ini saja Malaysia dikaitkan Star Trek. Malaysia telah disebutkan dalam sebuah episode Star Trek: Enterprise, yang berlangsung dari bulan September 2001 sampai Mei 2005.

Di Enterprise, disebutkan dalam episode ke 12 dari season pertama seri (Silent Enemy) bahwa orang tua Malcolm Reed (Dominic Keating) bermukim di Kota Baru, Kelantan, Malaysia.



Sumber: the straits times, the star