Sejumlah pialang mengamati pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta.

Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpotensi mengalami pelemahan setelah pasar global mengalami aksi jual.

"IHSG kami perkirakan berada di level 4.934-4.996," tulis riset Henan Putihrai Sekuritas, Kamis (4/4).

Riset Henan menyatakan, pergerakan IHSG akan mengacu pada bursa global yang pada perdagangan semalam di Amerika Serikat (AS) saham-saham di Wall Street turun tajam menyentuh level terendah dalam lima minggu terakhir.

DJIA tergerus 0,76 persen, sementara S&P terkoreksi 1,05 persen dan Nasdaq melemah 1,11 persen. Tekanan bursa AS terjadi akibat buruknya data tenaga kerja menjelang dirilisnya laporan nonfarm payrolls pada Jumat.

ADP melaporkan tenaga kerja sektor swasta pada bulan Maret mengalami pertumbuhan 158.000 atau lebih rendah dibanding revisi bulan sebelumnya 237.000. Angka ini masih dibawah ekspektasi sebesar 215.000.

Selain itu, data indeks non-manufaktur periode Maret juga mengalami penurunan menjadi 54,4 dibanding bulan sebelumnya di level 56. Perusahaan-perusahaan AS akan mulai melaporkan kinerja keuangan kuartal pertamanya pada pekan depan.

Bursa Eropa juga mengalami tekanan akibat buruknya data sektor jasa dan tenaga kerja yang dirilis pemerintah AS. Selain itu, investor juga tampaknya berhati-hati menanti hasil pertemuan Bank sentral Eropa (ECB) yang diharapkan akan menahan tingkat suku bunganya, hari ini.

Menurut analis, alasan utama ECB menahan suku bunga menyusul optimisme membaiknya ekonomi dalam jangka menengah.

Untuk saham pilihan hari ini adalah EXCL Buy di 5.600 - 5.750; Target 6.100 - 6.350; Stop: 5.200. Sementara ICBP buy di 10.500 – 10.650; Target: 11.400 - 11.900; Stop: 9.700

Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo/WBP