Sejumlah pekerja menyelesaikan pesanan pakaian  di pabrik tekstil Sritex, Sukoharjo, Jawa Tengah

Jakarta - Harga saham penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) ditawarkan dengan kisaran Rp230 sampai Rp385.

Perusahaan di sektor tekstil dan garmen terintegrasi yang berdiri tahun 1966 ini menawarkan 30,12 persen sahamnya ke publik.

"Kami berharap investor dapat menyerap saham perdana kami," kata Direktur Utama Sritex, Iwan Setiawan, dalam paparan publik perseroan itu di Jakarta, Senin (20/5).

Dengan kisaran harga IPO di level Rp285-Rp385, Sritex membidik dari bursa sebesar Rp1,288 triliun hingga Rp2,156 triliun.

Iwan mengatakan, dana IPO sebesar 87 persen digunakan untuk divisi spinning, adapun sisanya sebesar 13 persen untuk ekspansi divisi garmen. Saat ini, Sritex mengoperasikan 9 unit spinning, 3 unit weaving dan tiga unit dyeing/printing/finishing, dan 7 unit garmen.

Dalam penawaran perdana ini, Sritex menunjuk PT Bahana Securities. Masa penawaran akan dilakukan pada 10-12 Juni 2013. Dijadwalkan, pencatatan perdana (listing) di bursa akan dilakukan pada 17 Juni 2013.

Secara umum, Sritex memiliki sejumlah unit usaha, yakni spinning dengan kapasitas 353.000 bales per tahun, unit weaving, unit dyeing dan printing garmen, seragam militer dan seragam korporat.

Sepanjang 2012, Sritex mencatat laba bersih Rp229 miliar, atau naik dibanding Rp68 miliar pada periode sebelumnya. Sritex yang beroperasi di atas lahan seluas 50 hektar (ha), di Solo, ini telah mempekerjakan sekitar 16.000 karyawan.

Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo