Hayono Suyono (kedua dari kiri) dan Mohamad Kassim Moosa (kedua dari kanan) meraih penghargaan Sarwono Prawirohardjo

Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menganugerahi penghargaan Sarwono Prawirohardjo atau Sarwono Award kepada profesor riset Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin dan kehormatan memberikan Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture XIII kepada Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan.

Penghargaan Sarwono Prawirohardjo dan Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture (SML) merupakan bentuk penghormatan atas jasa-jasa Prof Dr Sarwono Prawirohardjo sebagai bapak LIPI sekaligus Ketua pertama LIPI.

Oleh karena itu dalam rangkaian HUT LIPI ke-46, Sarwono Award XII kembali diberikan. Di samping itu LIPI juga menyelenggarakan memorial lecture yang bersifat khusus dan diberikan oleh seseorang yang sudah mumpuni di bidangnya, baik dari kalangan ilmuwan sendiri maupun praktisi, pakar dan tokoh masyarakat yang sudah terbukti kontribusinya bangsa bangsa dan tanah air.

"LIPI Sarwono Award untuk tahun 2013 diberikan kepada Prof Dr Thomas Djamaluddin. Beliau sangat aktif memberikan advokasi saintifik yang sangat berharga kepada pemerintah dan masyarakat luas," katanya di sela-sela Sarwono Award 2013 di Gedung LIPI, Jakarta, Jumat (23/8).

Thomas yang saat ini menjabat Deputi Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantara Lapan masih aktif mengajar dan menjadi pembimbing di Program Magister dan Doktor Ilmu Falak di IAIN Walisongo Semarang Jawa Tengah. Lebih dari 50 makalah ilmiah, 100 tulisan populer, dan 5 buku tentang astronomi dan keislaman telah dipublikasikannya.

Terkait dengan penelitian, bapak tiga putera itu saat ini menjadi anggota Himpunan Astronomi Indonesia, International Astronomical Union, dan National Committee di Committee on Space Research, serta anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama RI dan BHR Daerah Provinsi Jawa Barat.

Selain Thomas, Lukman menambahkan, untuk orasi ilmiah SML XIII disampaikan oleh Karen Agustiawan. Karen terpilih karena dinilai sebagai perempuan paling berpengaruh di industri minyak dan gas (migas) dunia versi lembaga training dan event Terrapinn yang berbasis di London Inggris.

Ia pun menjadi eksekutif urutan pertama versi lembaga tersebut. Di bawah kepemimpinan Karen, Pertamina menduduki urutan ke 122 dalam jajaran Fortune 500 atau perusahaan terbaik dunia. Tak hanya itu saja, berbagai presetasi pun diraihnya sejak menduduki jabatan Direktur Utama pada 5 Februari 2009 hingga saat ini.

Lukman pun berharap apa yang telah dihasilkan penerima Sarwono Award ini bisa menjadi inspirasi bagi para peneliti dan generasi penerusnya untuk terus membangun dan memajukan Indonesia melalui ilmu pengetahuan.

Suara Pembaruan

Penulis: R-15/FER

Sumber:Suara Pembaruan