Satelit GOCE milik Eropa akan jatuh karena kehabisan bahan bakar.

Sebuah satelit Eropa yang kehabisan bahan bakar akan mulai jatuh dalam beberapa hari ke depan, dan serpihan-serpihan benda berbobot 2.000 pon (907 kg) itu juga akan menghantam permukaan bumi.

Tidak ada yang tahu di mana serpihan itu akan jatuh, namun Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) memperkirakan lokasi jatuh di samudera atau area tak berpenghuni.

Area kemungkinan jatuhnya satelit itu akan dipersempit begitu memasuki atmosfer (re-entry), yang diperkirakan terjadi pada Minggu atau Senin ini, kata ESA.

Rune Floberghagen, manajer misi satelit Gravity Field and Steady-State Ocean Explorer, atau lebih dikenal sebagai GOCE, mengatakan satelit tersebut diluncurkan pada 2009 untuk memetakan bumi dalam bentuk 3-dimensi, meneliti pola sirkulasi samudera dan melakukan pengukuran-pengukuran lainnya.

Menurut ESA, satelit ini menjadi alat pengukur gempa atau seismometer pertama yang berada di orbit ketika mendekteksi suara gelombang akibat gempa yang melanda Jepang pada Maret 2011.

Sebetulnya GOCE dijadwalkan jatuh lebih awal namun ternyata konsumsi bahan bakarnya lebih hemat dari perkiraan. Agustus lalu, ketinggian satelit itu diturunkan menjadi sekitar 139 mil (224 km), terendah dari semua satelit riset, untuk meningkatkan akurasi data yang dikumpulkan.

GOCE kehabisan bahan bakar pada 21 Oktober, dan pada 4 November orbit satelit itu turun menjadi 119 mil (192 km). Laju penurunan itu akan semakin meningkat secara signifikan dalam beberapa hari ke depan.

Penulis: Heru Andriyanto/HA

Sumber:CNN