Tebu Rekayasa Genetik UNEJ Diminati Pasar Internasional

Tebu Rekayasa Genetik UNEJ Diminati Pasar Internasional
Ilustrasi tebu. ( Foto: Freedigitalphotos/Sommai )
Sabtu, 26 Juli 2014 | 13:42 WIB

Jember - Tebu tahan kering hasil rekayasa genetika yang dikembangkan oleh "Center for Development of Advanced Science and Technology" (CDAST) Universitas Jember, Jawa Timur, diminati oleh pasar internasional. Tomoyuki Endo dari Inorganic Chemical Department Mitsubishi Corporation-Jepang dan Chong Wai Thong dari Representatif in Indonesia untuk United Molasses (UM) Trading-Inggris berkunjung ke Universitas Jember (Unej) beberapa waktu lalu.

"Sebagai perusahaan yang selama ini mengimpor tetes tebu dari Indonesia, kedua perusahaan tersebut berkepentingan untuk mengetahui lebih dalam mengenai tebu produk rekayasa genetika (PRG) N11-4T hasil pengembangan CDAST Unej," kata Ketua CDAST Unej Prof Dr Bambang Sugiharto, Sabtu (26/7).

Mitsubishi Corporation dan UM Trading mendapatkan pasokan tetes tebu yang salah satunya berasal dari PTPN XI yang mulai menggunakan tebu PRG N11-4T.

"Mitsubishi Corporation memiliki anak perusahaan yang memproduksi ragi untuk roti dan produsen pakan hewan, sehingga mereka tertarik untuk mengimpor tetes tebu hasil tebu PRG N11-4T dan ingin memastikan keamanan tetes tebu hasil dari N11-4T sudah sesuai dengan standar pemerintah Jepang, sedangkan UM Trading adalah perusahaan yang memasarkan tetes tebu bagi perusahaan lain," tuturnya.

Menurut dia, proses rekayasa genetika yang menghasilkan varian tebu PRG N11-4T yang kini ditanam oleh PTPN XI sudah mendapatkan sertifikasi keamanan lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan sertifikasi keamanan pangan dari BPOM, serta sertifikasi keamanan pakan dari Kementerian Pertanian.

"Selain perusahaan dari Jepang dan Inggris, kami mendapat informasi ada perusahaan dari Brasil yang menyatakan tertarik dengan tebu PRG N11-4T, bahkan telah datang ke PTPN XI untuk melihat dari dekat tentang varietas tebu tahan kering itu," paparnya.

Setelah mendapatkan penjelasan dari pihak CDAST Unej, lanjut dia, pihak perwakilan UM Trading menyatakan ketertarikan untuk mengimpor tetes tebu hasil tebu PRG N11-4T dan begitu juga rekannya dari Jepang.

"Kami tertarik untuk mengimpor tetes tebu PRG N11-4T, namun sesuai aturan mengenai produk rekayasa genetika di Jepang menyebutkan setiap produk rekayasa genetika wajib disosialisasikan terlebih dahulu kepada konsumen sebelum dilepas ke pasaran," kata Tomoyuki Endo dari Inorganic Chemical Departement Mitsubishi Corporation.

Apabila masyarakat dapat menerima, lanjut dia, maka pihaknya akan mengimpor tetes tebu produk rekayasa genetika yang dikembangkan oleh CDAST Universitas Jember tersebut.

Sumber: Antara
CLOSE