Alumni Program Habibie: Teknologi Anak Bangsa Harus Jadi Raja di Negeri Sendiri

Alumni Program Habibie: Teknologi Anak Bangsa Harus Jadi Raja di Negeri Sendiri
( Foto: beritasatu.com )
Ari Supriyanti Rikin / FAB Selasa, 18 Agustus 2015 | 08:21 WIB

Jakarta - Ikatan Alumni Program Habibie (Iabie) menyadari banyaknya teknologi yang dihasilkan anak bangsa. Hal ini sebenarnya memungkinkan teknologi perlu menjadi "raja" di negeri ini.

Hal ini mengemuka dalam diskusi dan refleksi kebangsaan menyambut 70 tahun Indonesia merdeka, sekaligus mengenang kiprah almarhum Prof Zuhal, mantan Menteri Riset dan Teknologi (menristek) di era Presiden BJ Habibie, yang tutup usia, Sabtu (15/8).

Pengurus Iabie, Dwi Septya berharap, teknologi anak bangsa bisa menjadi raja di negerinya sendiri. Demi tujuan tersebut, alumni Iabie yang berjumlah sekitar 3.000 orang berusaha membangun link antar instansi.

"Hal yang paling sulit di Indonesia adalah mencari pejuang. Membeli produk Indonesia merupakan salah satu bentuk perjuangan," katanya di Jakarta, Minggu (17/8).

Kiprah Habibie, yang membangun industri strategis dan pesawat N235 Gatotkaca menjadi bukti. Semangat itu harus ditularkan di masa kini.

Hal senada juga diungkapkan pengurus Iabie, Barman Tambunan, yang juga Direktur Pusat Teknologi Industri Manufaktur Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Menurutnya, Prof Zuhal, yang pernah menjadi Kepala BPPT, Dirut PLN, dan menristek sangat dekat dengan industri.

"Kita di Iabie sebagai bagian dari penerima beasiswa Habibie, dengan berpulangnya Prof Zuhal, dapat memberi contoh agar semangat perjuangan kita bisa seperti beliau," imbuhnya.

Apalagi, menurutnya, Iabie banyak memiliki potensi. Para alumninya, yang tersebar di lembaga swasta maupun pemerintahan bisa menjalin hubungan atau bersinergi untuk memajukan negeri.

Ketua Bidang Pendidikan Iabie, Jarot Suroso mengatakan, Iabie ingin terus mendorong kemajuan bangsa dan negara. Hal ini menjadi cara untuk mengisi kemerdekaan.

Dalam waktu dekat, Iabie akan bertemu BJ Habibie, untuk membicarakan masalah sumber daya manusia, teknologi dan perkembangannya, serta teknologi pesawat R80.

Sumber: Suara Pembanruan
CLOSE