Gandeng Oracle

Citiasia Bidik 200 Mahasiswa Bersertifikat Oracle

Citiasia Bidik 200 Mahasiswa Bersertifikat Oracle
Ilustrasi Keahlian Teknologi Informasi ( Foto: ist / ist )
Emanuel Kure / MUS Selasa, 9 Februari 2016 | 21:06 WIB

Jakarta - Citiasia Institute bekerja sama dengan Oracle University Indonesia meluncurkan program beasiswa yang diberi nama Citiasia-Oracle Schplarship 2016. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa Indonesia di bidang teknologi dan informasi (TI) yang akan dibekali dengan sertfikat dari Oracle (Oracle Certified).

Tahun ini, Citiasia menargetkan sebanyak 200 mahasiswa dapat mengikuti program tersebut dengan alokasi dana Rp 2,3 miliar. Program beasiswa yang diberikan oleh Citiasia dan Oracle mencakup tiga program, yaitu introduction Oracle, data base Oracle, dan data programming Oracle.

CEO Citiasia Farid Subkhan mengatakan, Indonesia telah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sejak akhir 2015. Untuk bisa bersaing dengan kompetitor dari luar negeri, Indonesia pun membutuhkan SDM yang lebih andal, dan itu salah satunya ditunjukkan dengan sertifikasi berstandar internasional.

Karena, ketika memasuki dunia kerja, yang dibutuhkan oleh sebuah industri adalah sertifikasi yang menunjukkan profesionalitas dari seseorang. Salah satu nilai jual seseorang, lanjut dia, selain dari predikat kelulusan dan asal perguruan tinggi, juga memiliki sertifikat keterampilan khusus, sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Nah, Oracle sendiri merupakan sebuah perusahaan TI yang sudah dikenal luas di dunia. 90% perusahaan di dunia rata-rata sudah menggunakan produk Oracle. Hal ini yang menjadi alasan kami bekerja sama dengan Oracle untuk memberikan Oracle certified,” kata Farid di Jakarta, Selasa (9/2).

Menurut dia, SDM TI Indonesia saat ini belum cukup mumpuni untuk bertarung di era MEA. Rata-rata, para pencari kerja dari Tanah Air belum memiliki sertifikasi yang berstandar internasional, sehingga kurang bisa bersaing dengan pekerja asing.

Dibandingkan India, Indonesia masih berada di level bawah. Sebab, rata-rata, India setiap tahun mampu mengeluarkan 300 sertifikasi di bidang TI untuk para mahasiswanya. “Kita tidak boleh jadi penonton di era MEA ini. Tetapi, kita harus jadi pelaku utama. Makanya, kami menggagas program ini, bekerja sama dengan Oracle untuk menghasilkan SDM yang andal dan memiliki sertifikasi,” ujarnya.

Sementara, Director Oracle University Indonesia Larasati Sedaryawan mengungkapkan, Oracle certified merupakan, sertikasi yang berstandar internasional. Dengan memberikan program beasiswa tersebut, Oracle akan mendapatkan feedback dari para perserta yang menyatakan kepuasan hampir 100% dengan program yang ditawarkan.

“Survei kami juga menyebutkan, sertifikasi Oracle berkontribusi signifikan untuk peningkatan karier dan pendapatan di tempat kerja masing-masing. Kami yakin, program yang dikelola bersama Citiasia ini akan menuai hasil yang sama di Indonesia,” tutur Larasati.

Sumber: Investor Daily