Kesetaraan Gender dalam Iptek Perlu Dioptimalkan

Kesetaraan Gender dalam Iptek Perlu Dioptimalkan
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pun melalui Pusat Penelitian Perkembangan Iptek (Pappiptek) LIPI meluncurkan buku "Gender dalam Iptek", Jumat 16 Maret 2018. ( Foto: Suara Pembaruan / Ari Supriyanti Rikin )
Ari Supriyanti Rikin / FMB Jumat, 16 Maret 2018 | 14:07 WIB

Jakarta - Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) diharapkan mampu mendorong dan mengubah stereotipe terhadap perempuan. Perkembangan iptek ini bisa dijadikan saluran untuk memajukan kesetaraan gender.

Berkaca pada hal itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pun melalui Pusat Penelitian Perkembangan Iptek (Pappiptek) LIPI meluncurkan buku "Gender dalam Iptek".

Adanya stigma bahwa perkembangan iptek hanya mendominasi kaum laki-laki tentu saja mulai memudar sekarang ini. Bila melihat kondisi terkini, sebenarnya banyak peran perempuan dalam perkembangan iptek.

Peneliti utama Pappiptek LIPI yang juga editor buku tersebut, Wati Hermawati, mengatakan, dari kajian riset yang dilakukan Pappiptek LIPI terungkap, perempuan lebih tertarik dengan bidang iptek yang dekat dengan kehidupannya sehari-hari.

"Untuk itu diperlukan program-program iptek yang ramah perempuan. Sebab banyak perempuan yang belum terlibat dalam pembangunan iptek," katanya di Jakarta, Jumat (16/3).

Upaya untuk membuka ruang bagi perempuan di dunia iptek perlu dioptimalkan. Kesetaraan dan keadilan gender juga perlu menyentuh bidang iptek.

Dibandingkan negara lain di Asia Tenggara, keterlibatan perempuan di bidang iptek sebagai peneliti di Myanmar mencapai 85 persen, Thailand 52 persen dan Filipina 52 persen.

"Di Myanmar banyak laki-laki yang berkecimpung di militer dan bisnis. Sedangkan di iptek dan penelitian banyak perempuan," ucapnya.

Terkait perkembangan iptek, Wati mencontohkan, pengguna informasi teknologi (IT) yang merupakan produk iptek sebagian besar wanita. Perkembangan IT ini bisa berdampak ke sektor lain karena ada kepesertaan perempuan sebagai pengguna.

"Kalau iptek berkembang maka untuk menunjukkan kesetaraan gender pun tidak sulit," ucapnya.

Buku Gender dalam Iptek ini berisi sekitar 14 tulisan tentang isu gender dan iptek yang aktual. Hal ini berdasarkan hasil penelitian, kajian maupun pengalaman peneliti, pemerhati gender dan iptek dan pakar gender di lingkungan lembaga litbang.

Penerbitan buku ini diharapkan membantu pemangku kepentingan iptek dalam upaya melakukan pengarusutamaan gender dalam iptek.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE