Shinta VR Kenalkan Gim Codename Mindvoke

Shinta VR Kenalkan Gim Codename Mindvoke
Ilustrasi gim Codename: Mindvoke ( Foto: Istimewa )
Herman / FER Selasa, 27 Maret 2018 | 16:12 WIB

Jakarta - Perusahaan rintisan (startup) yang bergerak di bidang teknology Virtual Reality (VR), Shinta VR, memperkenalkan multiplayer game VR pertama di Indonesia yang diberi nama Codename: Mindvoke. Gim yang memiliki jenis permainan First Player Shooter (FPS) ini merupakan game multiplayer online yang dirancang bagi penggunanya untuk melakukan pertarungan atau battle dengan sensasi dunia surreal (surreal world).

"Talenta developer Shinta VR di bidang Virtual Reality mempunyai level yang patut diperhitungkan. Dan permainan multiplayer adalah salah satu solusi terbaik untuk menciptakan ekosistem industri VR. Dengan memadukan talenta hebat dan konsep multiplayer, saya yakin Codename: Mindvoke bisa menjadi salah satu game VR yang diminati secara global," kata Co-Founder Shinta VR, Akira Sou dalam keterangan resmi, Selasa (27/3).

Codename: Mindvoke merupakan gim karya anak bangsa yang mengusung seni post-modern surrealis dipadukan dengan unsur cyberpunk. Jadi, selain bisa bertarung kompetitif dengan lawannya, para pemain juga akan menikmati dunia surrealis penuh makna dan indah.

Gim ini cocok bagi mereka yang memiliki jiwa petarung dan kompetitif. Lantaran menggunakan kecanggihan VR, pemain bisa melakukan gerakan apapun dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Selain itu, gim ini juga dibekali dengan signature move seperti teleportasi.

Pada tanggal 6-28 April 2018 mendatang, Shinta VR juga akan mengadakan sebuah seri kompetisi Codename: Mindvoke. Ini merupakan kompetisi game VR multiplayer pertama yang diadakan di Indonesia yang membawa konten buatan anak bangsa.

Chief Technology Officer Shinta VR, Andrew Steven Puika, merupakan salah satu orang dibalik suksesnya Shinta VR mengeluarkan Codename: Mindvoke. Anak bangsa yang mengenyam pendidikan di Aachen University, Jerman di jurusan Virtual Reality ini pun menyampaikan ekspektasinya terhadap kompetisi yang akan berlangsung mulai 6 April mendatang.

"Kompetisi ini merupakan ajang bagi kami menunjukkan bahwa anak bangsa mampu memberikan inovasi bagi perkembangan teknologi VR untuk Indonesia dan dunia. Dengan hadirnya kami sebagai developer lokal, semoga dapat memberikan dampak yang baik bagi perkembangan konten game virtual di Indonesia," ujar Steven.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE